<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0"
 xmlns:blogChannel="http://backend.userland.com/blogChannelModule"
>

<channel>
<title>That&#x27;s What Friends Are For</title>
<link>http://roedey.multiply.com/</link>
<description>I Came With The Rain....&#x3C;br&#x3E;I Went With The Wind...</description>
<pubDate>Sat, 5 Jul 2008 20:22:56 -0000</pubDate>
<lastBuildDate>Sat, 5 Jul 2008 06:41:06 -0000</lastBuildDate>

<image>
<title>That&#x27;s What Friends Are For</title>
<url>http://images.roedey.multiply.com/logo</url>
<link>http://roedey.multiply.com</link>
<width>100</width>
<height>100</height>
</image>

<item>
<title>HARD TO SAY I&#x22;M SORRY</title>
<description>       &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;&#x3C;a href=&#x22;http://roedey.multiply.com/photos/hi-res/upload/SG8W8goKCsEAAAOnF-Q1&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignmiddleb&#x22; src=&#x22;http://images.roedey.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SG8W8goKCsEAAAOnF-Q1/wine%20drinked-%20jocelyn%20durston.jpg?et=5VK5OG%2BBPA1bjeJN8VaPTA&#x26;#x26;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;HARD TO SAY I&#x2019;M SORRY&#x3C;br&#x3E;&#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;By Nino&#x3C;/i&#x3E;&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;Begitu terdengar intro lagu itu ingatanku langsung pulang ke pertengahan tahun 80an, benakku mulai terseret mundur pada seraut wajah yang hampir terlupakan..Sita! ya nama itu sempat bersemayam lama dalam hatiku, merentangkan rindu yang panjang, membawa angan jauh melayang bersama helai rambut lurusnya yang panjang dan tatapan mata yang sungguh mengoda, dimanakah dia sekarang? Sita Damayanti Siregar&#x2026;aku masih ingat nama lengkapmu, gadis badung yang cantik, sedikit tomboi dan sangat menawan&#x2026; &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;( &#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;gending-gending serta tarian jawa yang mengalun beriring dengan gemulai sang penari merambah sore berwarna kuning keemasan..di setiap jalan dan koridor Malioboro, aku ingat betul sore itu aku menelusuri jalan itu sendiri, membawa bayang wajahmu yang cantik, kukantongi semua asa yang tak terungkap, dan rasa yang tak tersentuh oleh jemarimu&#x2026;&#x3C;/i&#x3E;) &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;Malam ini,setelah sekian lama aku tinggalkan Kota yang mempertemukan aku dengannya dulu membawaku kembali, untungny...</description>
<guid isPermaLink="true">http://roedey.multiply.com/journal/item/64/HARD_TO_SAY_IM_SORRY</guid>
<pubDate>Sat, 5 Jul 2008 06:41:06 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>CINTA SATU WARNA</title>
<description>     &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;&#x3C;a href=&#x22;http://roedey.multiply.com/photos/hi-res/upload/SG5KpAoKCsEAAHuO3ZI1&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignmiddleb&#x22; src=&#x22;http://images.roedey.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SG5KpAoKCsEAAHuO3ZI1/SadWomanWater.gif?et=YkTQEqqsP92vCuCW7d4AtQ&#x26;#x26;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;CINTA SATU WARNA&#x3C;br&#x3E;&#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;By Nino&#x3C;/i&#x3E;&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;Derap kaki sang waktu berjalan menuju cahaya timur, mencoba meredam kebisuan yang bergelantung di awan yang sepi sendiri, bertautlah hati mencoba meluluhkan sinaran yang terpendar ketika senja beranjak naik&#x2026; luka itu masih sama, berbekas dan tetap membekas.. tak ada kata cinta kini, yang tertinggal hanya gambarnya melayang tersapu angin, terbang tinggi menghampiri hujan yang kemudian turun perlahan, membasahi jiwanya yang kering&#x2026; &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;( &#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;menanti harapan yang terhalang pagar halaman, mencabit rumput basah dan menikmati aromanya sendiri, meraba usapan jemari yang menempel di kedua pipi, terpejam dan meresapi setiap aliran nafasnya&#x3C;/i&#x3E; ) &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;Gundahlah ia, duduk diatas gundukan tanah, melemparkan mata sejauh memandang, masih saja terlihat sepi, hilangkah rasa ini? Sungguh ia merasa semuanya tak ada artinya lagi, amarah,dendam tercampur dalam benih kebencian akan sebuah penghianatan, menusuk lukanya yang paling dalam, perih tak tertahan&#x2026; Cintanya benar-benar telah ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://roedey.multiply.com/journal/item/63/CINTA_SATU_WARNA</guid>
<pubDate>Fri, 4 Jul 2008 15:57:41 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>CINTA YANG TERSEMBUNYI</title>
<description>      &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;&#x3C;a href=&#x22;http://roedey.multiply.com/photos/hi-res/upload/SGxtoQoKCsEAACR1QyI1&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignmiddleb&#x22; src=&#x22;http://images.roedey.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SGxtoQoKCsEAACR1QyI1/gs235003.jpg?et=ahwwN28C6vEKYMAvh32i8g&#x26;#x26;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;CINTA YANG TERSEMBUNYI&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;By Nino&#x3C;/i&#x3E;&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;Monik mempercepat langkah kakinya melewati lorong koridor sebuah stasiun kereta yang sudah mulai sepi, malam baru beranjak setengah bayang bulan, wajah Juan jelas tergambar dalam benaknya malam ini, apa dia baik-baik saja? Menerawanglah pikiran Monik kepada tubuh yang sudah tidak perkasa lagi itu, Juan laki-laki yang sudah menemani hidupnya 11 tahun dan telah memberikannya 2 orang anak yang sangat dicintainya. Nafasnya mulai terdengar tak beraturan, mungkin karena perasaan kalut, konsentrasi monik tidak begitu fokus saat mengendarai mobilnya yang terparkir hampir 3 hari di stasiun kereta. Apa ini sebuah kecemasan yang berlebihan? Rasa kawatir dengan laki-lakinya tersebut? Ataukah rasa Rindu yang terrtangkup setelah beberapa hari tidak bertemu? Rasanya tidak! Ini sebuah kecemasan, sungguh! Lebur dengan perasaan bersalah. Entahlah. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;( &#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;rindang pohon anggur dan setaman kembang mawar putih yang tersiram matahari pagi,terasa tak sempurna,karena sem...</description>
<guid isPermaLink="true">http://roedey.multiply.com/journal/item/62/CINTA_YANG_TERSEMBUNYI</guid>
<pubDate>Thu, 3 Jul 2008 06:13:15 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>BIDADARI ITU TELAH PERGI</title>
<description>     &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;&#x3C;a href=&#x22;http://roedey.multiply.com/photos/hi-res/upload/SGpRQAoKCsEAAHBmTOU1&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignmiddleb&#x22; src=&#x22;http://images.roedey.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SGpRQAoKCsEAAHBmTOU1/LONELY%20GIRL.jpg?et=r8nxJzGh6H8Ky7MUPmTeVw&#x26;#x26;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;BIDADARI ITU TLAH PERGI&#x3C;br&#x3E;&#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;By Nino&#x3C;/i&#x3E;&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;Dia terpaku sendiri di sudut jendela kamar, memandang dengan mata menerawang, sesekali dia tersenyum entah pada siapa, padahal disana hanya dia sendiri.begitupun di luar jendela kamar tidak ada siapa-siapa hanya gemerisik angin beradu dengan batang pohon bambu kuning dan lambaian daun pohon mangga. Mungkinkah engkau sedang membayangkan kebahagiaan&#x26;nbsp; yang tak teraih diatas penderitaanmu selama ini? Sungguh aku sangat mengasihimu, engkau bagian dari hidupku yang bersemayam abadi, aku melihatmu selalu seperti bidadari.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;( &#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;bintang dilangit selalu bersinar tidak sempurna membelah malam, ada kebisuan dengan berjuta tanya, ada kesedihan diatas jelaga mengembang menjadi sebuah penyesalan, merogoh kantung kebahagiaan yang kerap datang namun tak pernah teraih oleh harapan-harapan yang ada dalam mata beningmu, meradanglah sudah kepedihan itu mengalir bersama air mata penyesalan bunda&#x3C;/i&#x3E; ) &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;aku tau engkau memang berbeda dengan mereka, meskipun kehadiran...</description>
<guid isPermaLink="true">http://roedey.multiply.com/journal/item/61/BIDADARI_ITU_TELAH_PERGI</guid>
<pubDate>Tue, 1 Jul 2008 15:47:48 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>LOMBA CERITA KONYOL  REMAJA</title>
<description>LOMBA CERITA KONYOL REMAJA
Sejak tahun 2004 GPU telah sukses mengorbitkan banyak penulis TeenLit. Tulisan-tulisan mereka sangat segar dan bikin penasaran. Nah, tahun 2008 ini kami ingin mencari sesuatu yang baru. Apa lagi kalau bukan cerita-cerita remaja yang konyol dan lucu?

Oke deee, tunggyu apa lagi? Sekaranglah kesyempatan buat kamyu-kamyu bikin ceritha konyuol yang bisya bikhin terpingkhal-pingkhal.

Tapi sebelum itu, baca dulu yuk persyaratannya!

Syarat umum mengikuti lomba:
* Lomba terbuka untuk warga negara Indonesia berusia di atas 15 tahun.
* Naskah berupa karya asli, bukan terjemahan atau saduran.
* Naskah belum pernah dipublikasikan di media massa, dan tidak sedang diikutsertakan dalam sayembara lain.
* Peserta boleh mengirim lebih dari satu naskah.
* Lomba ini tidak berlaku bagi karyawan PT Gramedia Pustaka Utama dan keluarganya.

Syarat khusus Lomba Cerita Konyol Remaja:
* Tema cerita bebas dan harus menceritakan dunia remaja yang penuh warna-warni.
* Na...</description>
<guid isPermaLink="true">http://roedey.multiply.com/reviews/item/29</guid>
<pubDate>Tue, 1 Jul 2008 02:29:16 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>LOMBA MENULIS CERPEN REMAJA</title>
<description>PT ROHTO-MENTHOLATUM
Kembali menyelenggarakan
LOMBA MENULIS CERPEN REMAJA (LMCR-2008)
Memperebutkan
LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD
Berhadiah Total Rp 80 Juta
&#x2022; Peserta: Pelajar SLTP, SLTA dan Mahasiswa/Guru/ Umum

Kategori Lomba
Lomba terdiri dari (tiga) kategori peserta. Kategori
A, Peserta Pelajar
SLTP, Kategori B, Peserta Pelajar SLTA. Kategori C,
Peserta
Mahasiswa/Umum

Syarat-syarat Lomba
1. Lomba ini terbuka untuk pelajar SLTP, SLTA dan
Mahasiswa/Umum dari
seluruh Indonesia atau yang sedang studi/dinas di
luar negeri. Kecuali,
karyawan PT ROHTO Lab. Indonesia/agennya dan Panitia
Pelaksana
2. Lomba dibuka tanggal 1 Juli 2008 dan ditutup
tanggal 10 Oktober 2008
(Stempel Pos)
3. Tema cerita: Dunia remaja dan segala aspek serta
aneka rona
kehidupannya (cinta, kebahagiaan, kepedihan, harapan,
kegagalan, cita-cita,
penderitaan maupun kekecewaan
4. Judul bebas tetapi harus mengacu pada tema Butir 3
5. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu
judul
6...</description>
<guid isPermaLink="true">http://roedey.multiply.com/reviews/item/28</guid>
<pubDate>Tue, 1 Jul 2008 01:57:30 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>BUNGALOW</title>
<description>   &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;&#x3C;a href=&#x22;http://roedey.multiply.com/photos/hi-res/upload/SGiNlQoKCsEAABMpW5Q1&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignmiddleb&#x22; src=&#x22;http://images.roedey.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SGiNlQoKCsEAABMpW5Q1/JMC-03-LG-338-500.gif?et=%2BkcRxgsZldAqABqh5zZYHQ&#x26;#x26;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;BUNGALOW &#x3C;/b&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;By Nino&#x3C;/i&#x3E;&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;Berjuntailah daun begitu smilir angin berhembus lembut disela ranting lamtorogung, seperti membisikkan rasa &#x201C; cumbuilah aku wahai sang kelana sebelum seluruh daunku mengering terbakar waktu, susut dan gugur begitu musim semi tiba&#x201D; bisikkan yang sangat lembut dan memerahkan wajah sang kelana, sejurus kemudian diraihnya ujung terjuntai itu lalu menciumnya perlahan, laksana pangeran yang bersimpuh dan mencium sang putri. Aku yang diam mematung dan mencoba menerjemahkan dengan alam pikiranku mulai terusik begitu sang kelana menguraikan rambutku, aku takkan beringsuk kelana, aku akan tetap disini melihatmu bercumbu dengan daun cinta, bisikku padanya seraya menarik dan mengumpulkan helaian rambut yang diuraikan olehnya. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;( &#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;sepi yang terampas menyesakkan dada, tirai biru perlahan terbuka melambai lemah masih berkawan sepi yang kosong, hening, begitu rembulan mencapai puncaknya&#x3C;/i&#x3E; ) &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;Aku tertawa Renyah dengan sikap manja, bergelantung dibahu kirimu, mendek...</description>
<guid isPermaLink="true">http://roedey.multiply.com/journal/item/60/BUNGALOW</guid>
<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 07:44:16 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>MEREKA DI  JALANAN</title>
<description>    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;&#x3C;a href=&#x22;http://roedey.multiply.com/photos/hi-res/upload/SGXQwwoKCsEAAC2mQlw1&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignmiddleb&#x22; src=&#x22;http://images.roedey.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SGXQwwoKCsEAAC2mQlw1/street_sweeper_750.jpg?et=inaxt26jBl0kB0rkIB7fqA&#x26;#x26;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;/b&#x3E;MEREKA DI JALANAN&#x3C;br&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;By Nino&#x3C;/i&#x3E;&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;Rentang waktu yang berjalan terasa lambat, tabir cerita lama terbuka dari genggaman kemudian&#x26;nbsp; terhempas diatas hamparan pasir hitam. Resahnya sudah tak berarti, dari waktu ke waktu Pak Karto melenggang dengan sepatu boot karet, berusaha melepaskan drajat dan kasta yang menjerat tatanan kehidupannya. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;( &#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;Nirwana nampaknya semakin jauh darimu, apa ini memang takdirmu yang tertulis di daun waru? Hamparan sabana dan beningnya oase hanya permainan imajinasi yang kerap kali mengakali pikiranmu melambungkan angan-angan, tidak ada tidur malam yang indah, tidak ada nikmatnya semangkuk kuah sup kacang merah dipiringmu yang kosong, ah hari semakin sepi saja&#x3C;/i&#x3E; ) &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;Pagi buta Pak Karto berangkat, meninggalkan sepinya rumah kontrakan,menelusuri sepanjang cahaya mercuri dengan sapumu, mengibas debu jalanan yang sepi setelah berhambur dengan deru mesin bak lenguh lembu yang tak berhenti menyeret&#x26;nbsp; lebih dalam.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;Ada beberapa teman yang selalu menyertai kehidupa...</description>
<guid isPermaLink="true">http://roedey.multiply.com/journal/item/59/MEREKA_DI_JALANAN</guid>
<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 05:52:49 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>SEPUCUK SURAT UNTUK KINANTI</title>
<description>     &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;a href=&#x22;http://roedey.multiply.com/photos/hi-res/upload/SGEaPAoKCsEAAF3hS2g1&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignmiddleb&#x22; src=&#x22;http://images.roedey.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SGEaPAoKCsEAAF3hS2g1/silver-gold-55.jpg?et=4AVWK4MbO7AX5BbWamb14A&#x26;#x26;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;  &#x3C;/p&#x3E;&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;SEPUCUK &#x3C;/b&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;SURAT&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E; UNTUK KINANTI&#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;br&#x3E; By Nino&#x3C;/i&#x3E;&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;Bayangan wajah itu kembali menyeruak ketika dia meniti kesendiriannya disaat purnama bermain dengan lentera bintang yang redup berkelip, sebuah wajah yang tak akan terlupa, memantul diatas telaga bening, berkecipak dengan dinginnya angin yang melukai tulangnya. dia masih memikirkan dirimu Kinanti.. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;( d&#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;ia tau,betapa sepinya engkau dengan hari-harimu disana, menelanjangi hari dengan seribu kerinduan tanpa terobati, kemilau senjapun tak jua meredakan sunyinya ruang hatimu disana dia tau itu, dan dia berharap engkau sabar menjalani kehidupan yang sepi disana bila hatimu merasa sendiri&#x3C;/i&#x3E;..) &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;      &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;Kinanti dia memikirkanmu disini,begitu temaram malam menjajaki kakinya di setiap detik, dia memikirkanmu? Ah..betapa kawatirnya dia akan dirimu kinanti&#x3C;br&#x3E;Meski jauh jarak membelah samudra hatinya ada padamu, dia akan terus memikirkan dirimu disana, apakah engkau baik saja? Selalu begitu tanya hatinya.. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;( &#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;bila saja riuhnya getaran daun mengerti betapa...</description>
<guid isPermaLink="true">http://roedey.multiply.com/journal/item/58/SEPUCUK_SURAT_UNTUK_KINANTI</guid>
<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 16:02:25 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>MIE CELOR</title>
<description>MIE CELOR
Makanan Khas Palembang

Bahan :
250 gram mie kering, rebus
100 gram toge, rebus 1/2 matang
1 buah telur, rebus, kupas belah 2, sisihkan
200 gram udang, kupas, sisakan kepala untuk dibuat kaldu
650 ml (3 gelas) air


Bumbu :
4 siung bawang putih, haluskan
4 siung bawang merah, haluskan
2 sdm ebi, haluskan
1 batang serai, geprek bagian putihnya
1 daun jeruk
1 cm jahe, geprek
1 batang seledri dan daun bawang, ikat bersama.
2 sdm air larutan maizena/sagu untuk pengental
1 sdm kecap asin
garam, gula, lada secukupnya
seledri &#x26; daun bawang, iris untuk taburan
Jeruk nipis
Bawang goreng
Cabai rawit iris


Cara Membuat :
1. Buat dulu kaldu udang. Masak air bersama kepala udang dan jahe. Masukkan seledri dan daun bawang ikat. Tunggu hingga mendidih, biarkan 5 menit. Saring dan angkat.
2. Tumis bumbu halus, masukkan serai dan daun jeruk, tumis hingga harum. Masukkan udang, aduk hingga berubah warna.
3. Masukkan kaldu udang, kecap asin, garam dan gula pasir....</description>
<guid isPermaLink="true">http://roedey.multiply.com/reviews/item/27</guid>
<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 06:07:51 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>BIARKAN HATI YANG BICARA</title>
<description>    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center;
&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;&#x3C;a href=&#x22;http://roedey.multiply.com/photos/hi-res/upload/SF825AoKCsEAABjG99w1&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignmiddleb&#x22; src=&#x22;http://images.roedey.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SF825AoKCsEAABjG99w1/jessica_alba.jpg?et=o6jQhtyW7UVNWuDNgVCwAA&#x26;#x26;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;BIARKAN &#x26;nbsp;HATI YANG BICARA&#x3C;br&#x3E;&#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;By Nino&#x3C;/i&#x3E;&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;Kudekati tubuhnya yang duduk menikmati elusan angin sore, selalu kudapati dia sedang menikmati kesendirian berlayar di samudra tak bertepian, mencari sesuatu yang selama ini tidak bisa ia pandang dengan sempurna, hanya siluet samar yang selalu berhasil di gambar oleh kedua sorot matanya, seperti mengambang &#x26;nbsp;dengan rengkuhan lemah seolah menggapai sesuatu yang hilang,walau bibirnya selalu menyunggingkan senyum, sebuah senyum kepasrahan. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;( &#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;bias sinaran dari lentera biru, menyala, menyentuh mata bathinmu, membuka cakrawala dunia dengan kecantikan yang terpancar,walau dunia sepertinya tidak selalu sama dengan alam pikiran dan sgala sentuhan yang engkau rasa, sekali lagi, bibir bibirmu menyungging senyum masih dengan sorot yang mengawang kosong,namun senyummu tetap sempurna sayang&#x3C;/i&#x3E; )&#x3C;br&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;Ia selalu marah bila aku berusaha merangkul dan menggandeng tangan berjalan beriringan, wajahnya segera menoleh walau tatapan mata itu selalu meleset kearah...</description>
<guid isPermaLink="true">http://roedey.multiply.com/journal/item/57/BIARKAN_HATI_YANG_BICARA</guid>
<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 05:39:40 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>SHYMPONY TERPAGUT SEPI</title>
<description>      &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;a href=&#x22;http://roedey.multiply.com/photos/hi-res/upload/SFxmKQoKCsEAAATGV3M1&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignmiddleb&#x22; src=&#x22;http://images.roedey.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SFxmKQoKCsEAAATGV3M1/black_and_white11.gif?et=ym%2BvJgfMf8wfx1xCYZN2%2Bg&#x26;#x26;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;  &#x3C;/p&#x3E;&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center;
&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;SHYMPONY TERPAGUT SEPI&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center;
&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;By Nino&#x3C;/i&#x3E;&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;Mataku mengawang di langit-langit, alunan lembut irama malam tak mampu melenakan dan memejamkan kelopak yang tergantung diatas ranting, aku berguling sepi, mencoba merengkuh cinta yang meretas seiring waktu tanpa jelas,tanpa jawaban atas semua yang telah terjadi.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;&#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;( benarkah ini sebuah dilema?atau ketidak berdayaanku pada jalan yang aku lalui? Sungguh aku tak bisa melepaskan apa yang telah terjadi dan mengurungku disini,disebuah ruang sepi tanpa belaian kasih yang selayaknya aku terima seperti dambaan wanita lain? Sungguh beruntung mereka dibanding aku&#x3C;/i&#x3E; ) &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;&#x201C; aku iri padamu Min, kamu selalu kelihatan bahagia&#x201D; kataku kepada Mimin ketika wanita desa itu memijit punggungku dengan pelan. &#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;&#x201C; ah biasa aja kok bu, ya begini ini kehidupan orang kampung seperti saya, kalo mau bahagia ya kudu nrimo&#x201D; jawabnya sambil tersenyum. &#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;&#x201C; ya, aku dapat melihat itu, engkau dihadapkan hanya pada satu pilihan dan itu tentu tidak sulit buatmu&#x201D; kataku lagi.&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;&#x201C; maks...</description>
<guid isPermaLink="true">http://roedey.multiply.com/journal/item/56/SHYMPONY_TERPAGUT_SEPI</guid>
<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 02:25:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>ROWINA</title>
<description>     &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center; &#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;&#x3C;a href=&#x22;http://roedey.multiply.com/photos/hi-res/upload/SFiK@AoKCsEAACyOCdY1&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignmiddleb&#x22; src=&#x22;http://images.roedey.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SFiK@AoKCsEAACyOCdY1/Sad_Confused_Woman.jpg?et=ruhLt8EIpHkfOUeGZ%2CeUVA&#x26;#x26;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;ROWINA&#x3C;br&#x3E;&#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;By Nino&#x3C;/i&#x3E;&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;Saat aku dapati dirinya, dia&#x26;nbsp; menggigil hebat,gemeretak giginya terdengar keras,mengalahkan jeritannya yang tertahan, keringat dingin sudah membasahi tubuhnya, segera kudekap dengan selimut kasihku,membenamkan tubuhnya kedalam ruang cinta, bertahanlah sayang&#x2026;ini tidak akan berlangsung lama.. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;( &#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;satu garis hitam telah mewarnai cerahnya harimu, menggumpal seperti awan, menjauhkan kesendirianmu semakin terpuruk, pecahlah kaca, berhambur ke penjuru arah, untuk kemudian hening, tak ada yang melewati jalan sepimu, hanya aku, aku yang selalu menemani kesendirianmu disini,diatas perdu kasih yang takkan pernah habis&#x3C;/i&#x3E; ) &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;Tanganmu masih meronta liar mencoba melepaskan sakit yang menusuk ulu hatimu, bagai genderang kencang yang ditabuh,degap jantungmu kian tak sempurna iramanya. Ku peluk masih dengan segenap jiwa, mencoba menenangkannya yang kalap, walau kata-kata kotor untukku terlontar tanpa sadar dari mulutnya, aku tetap tak bergeming meski rasa iba menderaku,aku...</description>
<guid isPermaLink="true">http://roedey.multiply.com/journal/item/55/ROWINA</guid>
<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 04:26:36 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>LOMBA MENULIS CERPEN &#x26; NOVEL</title>
<description>ANDA, CALON PENULIS TERKENAL!

Berbekal pengalaman sehari-hari atau imajinasi yang hebat, Anda bisa
menghasilkan karya fiksi menarik dan bermutu. Jangan lewatkan
Sayembara Mengarang Cerpen &#x26; Cerber femina 2008, dengan Ayu Utami
sebagai ketua dewan juri. Inilah jalan untuk mewujudkan impian menjadi
penulis kenamaan.

SYARAT UMUM SAYEMBARA CERPEN &#x26; CERBER:
&#x2022; Peserta adalah Warga Negara Indonesia.
&#x2022; Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan menggunakan
ejaan yang disempurnakan.
&#x2022; Naskah harus asli, bukan terjemahan.
&#x2022; Tema bebas, namun sesuai untuk majalah femina.
&#x2022; Naskah belum pernah dipublikasikan di media massa cetak maupun
elektronik, dan tidak sedang diikutsertakan dalam sayembara lain.
&#x2022; Peserta hanya boleh mengirimkan dua naskah terbaiknya.
&#x2022; Hak untuk menerbitkan dalam bentuk buku dan menyiarkannya di media
elektronik ada pada PT Gaya Favorit Press.
&#x2022; Redaksi berhak mengganti judul dan menyunting isi.
&#x2022; Naskah yang tidak menang, tetapi dianggap cukup...</description>
<guid isPermaLink="true">http://roedey.multiply.com/reviews/item/26</guid>
<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 14:28:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>SEPOTONG CINTA UNTUK RARA</title>
<description>       &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center; &#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;&#x3C;a href=&#x22;http://roedey.multiply.com/photos/hi-res/upload/SFfH@goKCsEAAA7FVl41&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignmiddleb&#x22; src=&#x22;http://images.roedey.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SFfH@goKCsEAAA7FVl41/oils_mother_daughter.jpg?et=iwGFtG9GVt0oYNyAMUbTUw&#x26;#x26;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;SEPOTONG KASIH UNTUK RARA&#x3C;br&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;By Nino&#x3C;/i&#x3E;&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;Kami berjalan bersisian menapaki jalan berkerikil, nafas yang terengah jelas terdengar dari mulut mungilnya,aku tersenyum melihat tingkah lucunya, apalagi sal yang melingkar dilehernya yang kecil membuat dia semakin cantik saja, kelopak matanya yang sipit tidak pernah lepas memandang hamparan bukit barisan. Ku gandeng tanganya dengan bersenandung lagu yang biasanya&#x2026;sementara pagi sudah tak berkabut, langitpun tampak cerah, jemari mentari telah pula menjamah tubuh kami yang menikmati aroma pagi dengan keharuman udara perbukitan. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;( &#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;barisan bangau yang terbang beriringan membelah angkasa,menunjuk&#x26;nbsp; pada satu arah akan kemurnian hidup yang terus membentang dan tak ragu menghampiri setiap senyawa yang hidup dalam dunianya&#x2026;&#x3C;/i&#x3E;) &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;begitu mendekati tanah datar dengan rumput yang hijau, engkau segera berlari dan membentangkan tangan dengan senangnya, ah sungguh bahagianya dirimu saat ini sayang, aku tak sanggup melihat tingkahmu yang membuatku s...</description>
<guid isPermaLink="true">http://roedey.multiply.com/journal/item/54/SEPOTONG_CINTA_UNTUK_RARA</guid>
<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 14:20:27 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>MAK BAREK (penambang perahu )</title>
<description>       &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center; &#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;&#x3C;a href=&#x22;http://roedey.multiply.com/photos/hi-res/upload/SFXt7AoKCsEAAAy60Tc1&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignmiddleb&#x22; src=&#x22;http://images.roedey.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SFXt7AoKCsEAAAy60Tc1/PERAHU.jpg?et=uv0BJBt71AqXmXFkZdbUTw&#x26;#x26;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;EMAK BAREK&#x3C;br&#x3E;( &#x3C;/b&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;penambang perahu&#x3C;/i&#x3E;&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E; )&#x3C;br&#x3E;&#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;By Nino&#x3C;/i&#x3E;&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;Aku dapati senyumnya segera mengembang begitu aku naik diatas perahunya, dengan topi caping dan pakaian khasnya wanita itu menyambutku. wajahnya selalu tampak ceria walau usia telah merenggut separuh hidupnya, dia tetap ramah menyambut orang-orang yang datang dan naik diatas perahu yang akan membawa mereka menyeberang sungai kalianak sebagai jalan pintas bagiku dan orang-orang yang hendak pergi ke pusat kota. Wanita paruh baya tersebut dengan setia mengantarkan setiap penumpang yang naik keperahunya dengan gembira. Mak Barek,itulah namanya, wanita yang aku tau tinggal sendirian tidak begitu jauh dari bantaran sungai dan perahu tambang tempat ia menghabiskan waktunya. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;( &#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;riak gelombang sungai itu terpecah dengan gemulai begitu perahu melaju memecah keruhnya jalan hidup seorang mak Barek, tiada keluh kesah yang terucap dari bibirnya yang selalu mengunyah sirih, bagai mata bianglala, nyala hidupnya&#x3C;/i&#x3E; ) &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;&#x201C; apa kabar mak?&#x201D; kataku begitu naik...</description>
<guid isPermaLink="true">http://roedey.multiply.com/journal/item/53/MAK_BAREK_penambang_perahu_</guid>
<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 04:38:13 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>IMPIAN TAK SEINDAH PURNAMA</title>
<description>   &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center; &#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;&#x3C;a href=&#x22;http://roedey.multiply.com/photos/hi-res/upload/SFPrcAoKCsEAAFLkQ1E1&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignmiddleb&#x22; src=&#x22;http://images.roedey.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SFPrcAoKCsEAAFLkQ1E1/paintedveil1800.jpg?et=UaWlzqZyjjTOWYpAk8KtFQ&#x26;#x26;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;IMPIAN TAK SEINDAH PURNAMA&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center; &#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;By Nino&#x3C;/i&#x3E;&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;Paruh Waktu sudah terbias saat sengatan disertai belaian bayu meronakan wajahku yang diam memandang hamparan kisah 3 tahun silam..Sepi..Tak terdengar lagi riuh nyanyian ombak yang dirayu burung camar tuk segera bercengkrama..ilalang ilalang yang dulu selalu menyertai gemulainya kakimu menari memainkan sebuah irama sudah mengering sejak lama sayang... &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;( &#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;rengkuhmu lunglai begitu jemari lemahmu mencoba memelukku dari rasa dingin yang menyapu wajah dan menutupi tubuhku fajar itu, fajar terakhir kita&#x3C;/i&#x3E; )&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; 3 tahun yang lalu,Bias dan aura wajahmu masih sangat segar, sorot mata yang tajam bak rajawali, dan rengkuhan lengannmu bak kepak sayap Elang selalu aku rindukan, jemarimu yang senantiasa menari dipipiku ketika butir air bening mengalir dari mataku..&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;&#x201C; Jean, jangan menangis bila harapan itu tidak sempurna sayang&#x201D; pelukmu rasanya takkan kulepaskan &#x26;nbsp;saat itu.&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;&#x201C; indahnya hanya sementara, engkau harus siap menerima dan menghadapinya sendiri kel...</description>
<guid isPermaLink="true">http://roedey.multiply.com/journal/item/52/IMPIAN_TAK_SEINDAH_PURNAMA</guid>
<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 16:04:06 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>JEJAK YANG TERTINGGAL</title>
<description>     &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;a href=&#x22;http://roedey.multiply.com/photos/hi-res/upload/SFKbogoKCsEAAH4FSkk1&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignmiddleb&#x22; src=&#x22;http://images.roedey.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SFKbogoKCsEAAH4FSkk1/PARTITUR.jpg?et=54vFV%2BCA98YmLOWTWU9N9A&#x26;#x26;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;  &#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center; &#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;JEJAK YANG TERTINGGAL&#x3C;br&#x3E;&#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;By Nino&#x3C;/i&#x3E;&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;Aku berdiri di depan gerbong ketiga seperti yang tertulis di karcis kereta yang akan membawaku pulang, sore baru saja beranjak pergi, malam sudah menjelang, setelah beberapa jam menunggu tadi akhirnya tiba juga kereta yang kunanti, dari jauh gemuruh mesinnya terdengar begitu masuk dilintasan 2 di stasiun kecil ini. Sekian lama ku tinggalkan stasiun ini tidak banyak berubah, seolah masih menyisakan kenangan-kenangan masa lalu. 15 tahun aku meninggalkan kota kecil yang telah membesarkan jiwaku dengan setia, meski secuil luka tlah tergores di dinding sekolah,namun tetap saja tak membuatku lupa. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;( &#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;menarilah bidadari dengan riangnya, menelusuri koridor-koridor kenangan, sayapnya seakan mengembara mengembalikan aku ke titik balik dimasa dulu, ribang sekali, benakku tenggelam dalam kenangan masa belia&#x3C;/i&#x3E; ) &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;Aku tak tau perasaan apa yang aku rasakan sekarang ini, saat hati kecilku berbisik mengajakku kembali menelusuri jejak-jejak kenangan di Lahat....</description>
<guid isPermaLink="true">http://roedey.multiply.com/journal/item/51/JEJAK_YANG_TERTINGGAL</guid>
<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 16:09:43 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>KENANGAN YANG TERBUANG</title>
<description>       &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center; &#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;&#x3C;a href=&#x22;http://roedey.multiply.com/photos/hi-res/upload/SE4XdAoKCsEAAEmxPtU1&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignmiddleb&#x22; src=&#x22;http://images.roedey.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SE4XdAoKCsEAAEmxPtU1/493px-%27Iokepa%2C_Hawaiian_Fisher_Boy%27%2C_oil_on_canvas_painting_by_Hubert_Vos%2C_1898.jpg?et=rvitJFLaJaAQk7vrt%2CvdTQ&#x26;#x26;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;KENANGAN YANG TERBUANG&#x3C;br&#x3E;&#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;By Nino &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/i&#x3E;&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;Bocah-bocah itu semburat berlari begitu petasan berbunyi memecah sore menjelang magrib disebuah tanah lapang dengan hamparan rumput hijau membentang. Tawa canda mereka jelas dapat di dengar oleh wandot, laki-laki kecil yang sedari tadi memperhatikan tingkah polah teman sepermainannya itu diatas bongkahan batu&#x26;nbsp; berjarak 100 meter dari mereka. Kemudian segerombolan anak-anak itupun melangkah pulang setelah bermain bola. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;( &#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;sepertinya banyu yang mengalir dari cela tanah merah sudah tak sejernih dulu,masa tlah berganti menggiring unggas bermain dengan dirinya sendiri karena hamparan &#x3C;/i&#x3E;&#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;padang&#x3C;/i&#x3E;&#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E; tlah tak ada&#x3C;/i&#x3E; ) &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;setiap sore tanah lapang berumput hijau itu menjadi tempat bermain anak-anak kampung di pinggiran kota, seperti biasa pula wandot pasti tertinggal menghabiskan sore bersama teman-teman kampungnya itu karena harus menggiring sapi-sapi milik juragan Amir. &#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;Dia memandang masgul karena selalu terlambat, sementara teman-temannya sudah be...</description>
<guid isPermaLink="true">http://roedey.multiply.com/journal/item/50/KENANGAN_YANG_TERBUANG</guid>
<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 05:57:33 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>CERMIN YANG RETAK</title>
<description>                 &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignmiddleb&#x22; src=&#x22;http://images.roedey.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SEqrzQoKCsEAAF4IygE1/ILALANG.jpg?et=CbgScDarXWwCXILQPwBxCw&#x26;#x26;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;By Nino&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Malam telah kembali datang, sapuan keemasan terhampar di tepi sungai Musi, sebiduk kita menyebrang tanpa kata,tanpa sayang yang seharusnya telah ku teguk dalam kerinduan beradu dengan percik air Musi yang dingin malam itu Bulan, masih tersimpan lukisan kita di canvas hidupku.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;( &#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;tujuh purnama berlalu merobek dinding jiwa terpuruk di dingin malam, lelah jiwa berkelana memagut sepi &#x26;nbsp;ditepian sungai Musi sendiri mengantar matahari berharap cerita itu kembali Bulan &#x3C;/i&#x3E;)&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Bimbang dalam diri&#x26;nbsp; kian menjalar diderunya hempasan riak gelombang yang datang saat aku kembali menuju rumahku, rumahmu, rumah kita. Tidak ada yang menyambut kepulanganku, aku &#x26;nbsp;tau itu. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;( &#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;lembar demi lembar kisahku terbakar dalam gelisah, mengikis rasa yang tak pernah terlupa, hitam hati tlah menjadi nyanyian sunyi sang jelaga yang terhempas dalam ketidak berdayaan begitu matanya menusuk tepat di jantung dengan amarah bercampur isak tertahan, engkau pun berlari begitu pintu hati tlah be...</description>
<guid isPermaLink="true">http://roedey.multiply.com/journal/item/49/CERMIN_YANG_RETAK</guid>
<pubDate>Sat, 7 Jun 2008 15:42:12 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>CINTA DI POHON KOPI</title>
<description>      &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;a href=&#x22;http://roedey.multiply.com/photos/hi-res/upload/SEjFLgoKCsEAABPBhks1&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignmiddleb&#x22; src=&#x22;http://images.roedey.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SEjFLgoKCsEAABPBhks1/1463294607_bb47b382fe.jpg?et=eh54wKpkRymbm3A2FsTjDA&#x26;#x26;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;font style=&#x22;font-weight: bold; font-style: italic; &#x22; size=&#x22;3&#x22;&#x3E;By Nino&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;Dari balik jendela, aku melihatnya memandang dunia tanpa batas, matanya terpejam begitu aroma pagi bercampur bau pohon kopi yang langsung menghujam kerinduan akan semua waktu yang tlah terlewati tanpa sisa dulu. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;( &#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;masih saja dengung kumbang hutan bersautan iramanya masih seperti ketika hujan luruh di air terjun menghantam batu yang diam duduk tepat dibawahnya, helai-demi helai daun waru tlah terisi catatan dalam sentuhan ujung lidi semburatkan getahnya menjadi kutipan-kutipan langkah kaki sang waktu yang indah akan dirimu&#x3C;/i&#x3E; ) &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;Dibawah rumah panggung diantara daun kopi aku berada 15 meter dari jendela kamarmu yang menghadap kearah gunung Dempo, setiap pagi dengan nyanyian yang sama tak pernah bosan aku menghabiskannya menanti tangan indahmu membuka cakrawala pagi dengan kain terlilit di pinggang dan untaian rambut lurusmu yang biasa engkau kibaskan manakala sentuhan matahari mengelus kulit putihmu. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;( &#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;aku ingat betul kebiasaanmu yang selalu bangun begitu ayam jantan...</description>
<guid isPermaLink="true">http://roedey.multiply.com/journal/item/48/CINTA_DI_POHON_KOPI</guid>
<pubDate>Fri, 6 Jun 2008 04:57:51 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>AKU DAN TIWUK</title>
<description>      &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;a href=&#x22;http://roedey.multiply.com/photos/hi-res/upload/SEVtVAoKCsEAAH2gHR41&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignmiddleb&#x22; src=&#x22;http://images.roedey.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SEVtVAoKCsEAAH2gHR41/gadis%20kecil.jpg?et=xZY53xER2eWustPRREug6Q&#x26;#x26;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;font style=&#x22;font-style: italic; &#x22; size=&#x22;3&#x22;&#x3E;By Nino&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;Tiwuk memandangi rona pagi di bale-bale depan rumah dengan tatapan penuh harapan,walau dia sendiri tidak tau apakah harapan itu akan jatuh kepadanya atau tidak, yang pasti dia tidak ingin mengutuk diri dengan keberadaan dan keterbatasannya saat ini, sejauh mungkin akan ia buang iba dari tatapan dan uluran tangan tetangga maupun orang yang memandang dirinya. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;( &#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;Butiran air mata itu telah menjadi kristal bening di pusara bumi, tidak ada lagi yang tersisa karena butiran suci itu telah menguap menjadi gumpalan awan putih tanpa dendam, berhembuslah angin barat menuju tingginya gunung sribu keinginan yang terjerat keadaan, tenang..tenanglah sayang, langitmu tetap &#x3C;/i&#x3E;&#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;kan&#x3C;/i&#x3E;&#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E; biru&#x3C;/i&#x3E; ) &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;baru sebulan ini aku mengenalnya, tiwuk anak seorang penggarap sawah sewaan yang hidup dengan keterbatasan namun semangatnya tak pernah runtuh. Dia memang tidak sempurna seperti pada umumnya anak-anak lainnya. Kadang aku malu dengan putihnya jiwa yang ia tebar merasuk kedalam sukmaku. Aku juga tidak se...</description>
<guid isPermaLink="true">http://roedey.multiply.com/journal/item/47/AKU_DAN_TIWUK</guid>
<pubDate>Tue, 3 Jun 2008 16:12:57 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>KETIKA CINTA MENYENTUHNYA</title>
<description>       &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font style=&#x22;font-weight: bold; font-style: italic; &#x22; size=&#x22;3&#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; &#x26;nbsp; &#x26;nbsp; &#x26;nbsp; &#x26;nbsp; &#x26;nbsp; &#x26;nbsp; KETIKA CINTA MENYENTUHNYA&#x3C;br&#x3E;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; By Nino&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;a href=&#x22;http://roedey.multiply.com/photos/hi-res/upload/SETf6goKCsEAAHpc65U1&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignmiddleb&#x22; src=&#x22;http://images.roedey.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SETf6goKCsEAAHpc65U1/keytoheart_6slun9k3.jpg?et=JnrqU1aCCS8ZUPjbIFBBKA&#x26;#x26;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;Dalam setiap ayunan sepeda yang membawa Mimin menelusuri koridor-koridor waktu yang menembus pagi pekat tersimpul satu senyummu yang tak pernah hilang, senyum dengan karakter bibir yang khas akanmu matikan rasa akan yang lain.&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;Banyak subuh yang ia lewati,tak satupun wajahmu terpenggal dalam benak Gadis penjaga toko kelontong itu.. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;    &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;( &#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;biarkan angin berhembus,seperti lafas syair air mengalir, biarkan berdiri meski debur nurani kita diterjang badai, biarkan&#x26;nbsp; alam &#x3C;/i&#x3E;&#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;kan&#x3C;/i&#x3E;&#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E; mengerti betapa indah n...</description>
<guid isPermaLink="true">http://roedey.multiply.com/journal/item/46/KETIKA_CINTA_MENYENTUHNYA</guid>
<pubDate>Tue, 3 Jun 2008 06:11:27 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>KEPADA ARJUNA</title>
<description>       &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;  &#x3C;/p&#x3E;      &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center; &#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;KEPADA ARJUNA&#x3C;br&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;( Lagumu-laguku-lagu Kita )&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/i&#x3E;&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;2&#x22;&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; By Nino&#x3C;/i&#x3E;&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;a href=&#x22;/photos/hi-res/upload/SEOEmwoKCsEAAC2DVhs1&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignmiddleb&#x22; src=&#x22;http://images.roedey.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SEOEmwoKCsEAAC2DVhs1/harris2.jpg?et=E1uaLq6eLIAt7wPdCtTd2g&#x26;#x26;nmid=0&#x26;#x26;nmid=99011007&#x26;#x26;nmid=99011007&#x26;#x26;nmid=99011007&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;  &#x3C;/p&#x3E;&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;text-align: center; &#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;Wanted to show Im a man;&#x3C;br&#x3E; Say the word and Ill tell you again;&#x3C;br&#x3E; Wanted to show Im a man you can rely upon,&#x3C;br&#x3E; Thats all I am.&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; I am a man that you can count on;&#x3C;br&#x3E; Call out my name and Ill be there.&#x3C;br&#x3E; Im a man you can be sure of, baby,&#x3C;br&#x3E; Its your love that takes me there, takes me there.&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; I am a man that you can lean on;&#x3C;br&#x3E; Call out my name and Ill be there.&#x3C;br&#x3E; Im a man you can be sure of, baby,&#x3C;br&#x3E; Its your love that takes me there, takes me there.&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; Wanted to show Im a man;&#x3C;br&#x3E; Say the words to me, say it again;&#x3C;br&#x3E; Want you to know Im a man you can depend upon,&#x3C;br&#x3E; Thats all I am.&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; Im a man tha...</description>
<guid isPermaLink="true">http://roedey.multiply.com/journal/item/45/KEPADA_ARJUNA</guid>
<pubDate>Mon, 2 Jun 2008 05:30:34 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Yummi...PEMPEK ( makanan khas daerahku )</title>
<description>Empek empek Palembang

Bahan Dasar Utama :

Daging ikan giling halus (yg paling baik adalah ikan Gabus atau Tenggiri, jika tidak ada, dapat diganti dengan ikan apa saja yg dagingnya lebih banyak seperti Salmon,Tuna, Toman, Tongkol Kecil, Gurame, Sepat Besar, buang tulang nya giling sampe halus dan jangan pake ikan yg banyak lemaknya seperti Lele, Patin dsb )
Tepung SAGU, Air, garam halus secukupnya, penyedap secukupnya.

Catatan :

perbandingan antara Ikan dan sagu bisa 1:1 atau 1:3/4 atau 1:1/2, semakin banyak ikan semakin enak, tapi maksimal ikan 1 kg tepung sagu 0,5 kg.


SAUS CUKA BUAT PEMPEK

Bahan :

Gula merah 2,5 ons (gula aren/gula batok lebih bagus), bawang putih1 ons, garam halus secukupnya atau, cuka putih atau asam jawa, cabe rawit 1/2 ons, air, toncai (jika mau).

cara membuatnya :

Godok gula merah dengan air aduk sampai cair dan rata, masukkan garam halus secukupnya. Giling bawang putih dan cabe sampai halus. lalu bawang putih dan cabe yg sudah digil...</description>
<guid isPermaLink="true">http://roedey.multiply.com/reviews/item/25</guid>
<pubDate>Sat, 31 May 2008 02:53:13 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Iwan Fals - Sang Inspirator</title>
<guid isPermaLink="true">http://roedey.multiply.com/music/item/50/Iwan_Fals_-_Sang_Inspirator</guid>
<pubDate>Tue, 27 May 2008 02:08:31 -0000</pubDate>
</item>

</channel>
</rss>