That's What Friends Are For

Ruang Santai

ReviewReviewLOMBA CERITA KONYOL REMAJAJun 30, '08 10:29 PM
for everyone
Category:Other
LOMBA CERITA KONYOL REMAJA
Sejak tahun 2004 GPU telah sukses mengorbitkan banyak penulis TeenLit. Tulisan-tulisan mereka sangat segar dan bikin penasaran. Nah, tahun 2008 ini kami ingin mencari sesuatu yang baru. Apa lagi kalau bukan cerita-cerita remaja yang konyol dan lucu?

Oke deee, tunggyu apa lagi? Sekaranglah kesyempatan buat kamyu-kamyu bikin ceritha konyuol yang bisya bikhin terpingkhal-pingkhal.

Tapi sebelum itu, baca dulu yuk persyaratannya!

Syarat umum mengikuti lomba:
* Lomba terbuka untuk warga negara Indonesia berusia di atas 15 tahun.
* Naskah berupa karya asli, bukan terjemahan atau saduran.
* Naskah belum pernah dipublikasikan di media massa, dan tidak sedang diikutsertakan dalam sayembara lain.
* Peserta boleh mengirim lebih dari satu naskah.
* Lomba ini tidak berlaku bagi karyawan PT Gramedia Pustaka Utama dan keluarganya.

Syarat khusus Lomba Cerita Konyol Remaja:
* Tema cerita bebas dan harus menceritakan dunia remaja yang penuh warna-warni.
* Naskah dalam bentuk novel (boleh dari blog pribadi).
* Ditulis dalam bahasa Indonesia yang lincah, segar, populer, gaul, tidak vulgar, tidak mengandung SARA.
* Panjang naskah 100-200 hlm, ukuran kertas A4, diketik 1,5 spasi, font Times New Roman 12 pt, sudah dijilid dan diberi nomor halaman.
* Kirimkan naskah (print out plus disket), sinopsis cerita, biodata penulis plus foto, serta fotokopi tanda pengenal penulis (KTP/Kartu Pelajar) ke:
PANITIA LOMBA CERITA KONYOL REMAJA 2008
Redaksi Fiksi PT Gramedia Pustaka Utama
Gedung Gramedia Lt. 3
Jl. Palmerah Barat 33-37
Jakarta 10270

Cantumkan "LOMBA CERITA KONYOL REMAJA 2008"di pojok kiri atas amplop.
* Sertakan 2 lembar kupon asli yang ada di dalam novel-novel TeenLit Gramedia Pustaka Utama terbitan Februari - Juni 2008.
* Redaksi berhak mengganti judul dan menyunting isi.
* Karya kami tunggu selambat-lambatnya 31 Juli 2008 (cap pos)
* Hak untuk menerbitkan naskah ada pada PT Gramedia Pustaka Utama.

Hadiah:
Juara 1: Rp. 7.000.000 + trofi + hadiah lainnya
Juara 2: Rp. 5.000.000 + trofi + hadiah lainnya
Juara 3: Rp. 3.000.000 + trofi + hadiah lainnya

Bagi 10 Pemenang Berbakat, karyanya akan diterbitkan.

Pemenang akan diumumkan pada bulan November 2008 di harian KOMPAS dan website PT Gramedia Pustaka Utama (www.gramedia.com)

Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di 53677834 psw 3213/3212.

BURUAN KIRIM NASKAHNYA YA!

ReviewReviewReviewLOMBA MENULIS CERPEN REMAJAJun 30, '08 9:57 PM
for everyone
Category:Other
PT ROHTO-MENTHOLATUM
Kembali menyelenggarakan
LOMBA MENULIS CERPEN REMAJA (LMCR-2008)
Memperebutkan
LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD
Berhadiah Total Rp 80 Juta
• Peserta: Pelajar SLTP, SLTA dan Mahasiswa/Guru/ Umum

Kategori Lomba
Lomba terdiri dari (tiga) kategori peserta. Kategori
A, Peserta Pelajar
SLTP, Kategori B, Peserta Pelajar SLTA. Kategori C,
Peserta
Mahasiswa/Umum

Syarat-syarat Lomba
1. Lomba ini terbuka untuk pelajar SLTP, SLTA dan
Mahasiswa/Umum dari
seluruh Indonesia atau yang sedang studi/dinas di
luar negeri. Kecuali,
karyawan PT ROHTO Lab. Indonesia/agennya dan Panitia
Pelaksana
2. Lomba dibuka tanggal 1 Juli 2008 dan ditutup
tanggal 10 Oktober 2008
(Stempel Pos)
3. Tema cerita: Dunia remaja dan segala aspek serta
aneka rona
kehidupannya (cinta, kebahagiaan, kepedihan, harapan,
kegagalan, cita-cita,
penderitaan maupun kekecewaan
4. Judul bebas tetapi harus mengacu pada tema Butir 3
5. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu
judul
6. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik,
benar, indah
(literer) dan komunikatif
7. Naskah harus asli (bukan jiplakan) dan belum pernah
dipublikasikan
serta tidak sedang diikutsertakan dalam lomba serupa
yang bukan
diselenggarakan oleh PT ROHTO
8. Ketentuan naskah:
a. Ditulis di atas kertas ukuran kuarto (A-4), ditik
berjarak 1,5
spasi, format 12 point, font Times New Roman, margin
kiri-kanan rata
(Justified)
b. Panjang naskah minimal 6 (enam) halaman, maksimal
10 (sepuluh)
halaman
c. Naskah yang dikirimkan ke Panitia LMCR-2008 dalam
bentuk print-out 3
(tiga) rangkap (copy) disertai file dalam CD
d. Naskah disertai ringkasan cerita (synopsis),
biodata singkat
pengarang, foto pose bebas ukuran 4R dan fotocopy
identitas pengarang (pilih
satu: KTP/Kartu Pelajar atau Kartu Mahasiswa, SIM
atau Paspor yang masih
berlaku
e. Setiap judul naskah yang dilombakan wajib dilampiri
1(satu) kemasan
LIP ICE jenis apa saja atau seal/segel pengaman
SELSUN GOLD FOR
TEENS/SENSUN BLUE 5
f. Naskah yang dilombakan beserta persyaratannya
dimasukkan ke dalam
amplop tertutup (dilem), cantumkan tulisan PESERTA
LMCR-2008 dan
Kategorinya
g. Naskah dan persyaratan (Butir f) dikirim ke alamat
Panitia LMCR-2008
LIP ICE- SELSUN GOLDEN AWARD – Jalan Gunung Pancar
No.25 Bukit Golf
Hijau, Sentul City, Bogor 16810 – Jawa Barat
h. Hasil lomba diumumkan 10 November 2008 melalui
Tabloid Rayakultura
Edisi November 2008, www.rayakultura. net dan
www.rohto.co. id atau hub HP
08158118140
9. Keputusan Dewan Juri bersifat final dan mengikat
10. Naskah yang dilombaklan jadi milik PT ROHTO, hak
cipta milik
pengarangnya

Hasil Lomba
Masing-masing kategori: Pemenang I, II, II dan 5
(lima) Pemenang
Harapan Utama serta 10 (Sepuluh) Pemenang Harapan

Hadiah Untuk Pemenang
- Kategori A: SLTP
• Pemenang I: Uang Tunai Rp 4.000.000,- + LIP
ICE-SELSUN GOLDEN AWARD;
Pemenang II: Uang Tunai Rp 3.000.000,- + Piagam LIP
ICE-SELSUN;
Pemenang III: Uang Tunai Rp 2.000.000,- + Piagam LIP
ICE-SELSUN. Selanjutnya,
5 (lima) Pemenang Harapan Utama, masing-masing
mendapat Uang Tunai Rp
1.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN. Untuk 10
(sepuluh) Pemenang Harapan
masing-masing mendapat Piagam LIP ICE-SELSUN dan
Bingkisan dari PT
ROHTO. Seluruh Pemenang mendapat hadiah ekstra 1
(satu) Buku Kumpulan
Cerpen Pemenang LMCR-2007
Hadiah untuk sekolah Pemenang I, II dan III
masing-masing memperoleh
hadiah sebuah televisi

- Kategori B:SLTA
• Pemenang I: Uang Tunai Rp 5.000.000,- + LIP
ICE-SELSUN GOLDEN AWARD;
Pemenang II: Uang Tunai Rp 4.000.000,- + Piagam LIP
ICE-SELSUN;
Pemenang III: Uang Tunai Rp 3.000.000,- + Piagam LIP
ICE-SELSUN. Hadiah untuk
5 (lima) Pemenang Harapan Utama masing-masing
mendapat Uang Tunai Rp
1.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN. Bagi 10
(sepuluh) Pemenang Harapan
masing-masing mendapat Piagam LIP ICE-SELSUN dan
Bingkisan dari PT
ROHTO. Seluruh Pemenang mendapat hadiah ekstra 1
(satu) Buku Kumpulan Cerpen
Pemenang LMCR-2007
Hadiah untuk sekolah Pemenang I, II dan III
masing-masing memperoleh
hadiah sebuah televisi

- Kategori C:Mahasiswa, Guru dan Umum
• Pemenang I: Uang Tunai Rp 7.500.000,- + LIP
ICE-SELSUN GOLDEN AWARD;
Pemenang II: Uang Tunai Rp 6.000.000,- + Piagam LIP
ICE-SELSUN;
Pemenang III: Uang Tunai Rp 4.000.000,- + Piagam LIP
ICE SELSUN. Bagi 5 (lima)
Pemenang Harapan Utama masing-masing mendapat Uang
Tunai Rp
1.500.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN. Pemenang Harapan
10 pemenang, masing-masing
mendapat Piagam LIP ICE-SELSUN + Bingkisan dari PT
ROHTO. Seluruh
Pemenang mendapat hadiah ekstra 1 (satu) Buku
Kumpulan Cerpen Pemenang
LMCR-2007

Catatan:
Pajak hadiah para pemenang ditanggung oleh PT ROHTO
Laboratories
Indonesia

Ketua Panitia LMCR-2008
Dra. Naning Pranoto, MA
sumber: http://www.rayakultura.net/wmview.php?ArtID=123

ReviewReviewReviewMIE CELORJun 24, '08 2:07 AM
for everyone
Category:Other
MIE CELOR
Makanan Khas Palembang

Bahan :
250 gram mie kering, rebus
100 gram toge, rebus 1/2 matang
1 buah telur, rebus, kupas belah 2, sisihkan
200 gram udang, kupas, sisakan kepala untuk dibuat kaldu
650 ml (3 gelas) air


Bumbu :
4 siung bawang putih, haluskan
4 siung bawang merah, haluskan
2 sdm ebi, haluskan
1 batang serai, geprek bagian putihnya
1 daun jeruk
1 cm jahe, geprek
1 batang seledri dan daun bawang, ikat bersama.
2 sdm air larutan maizena/sagu untuk pengental
1 sdm kecap asin
garam, gula, lada secukupnya
seledri & daun bawang, iris untuk taburan
Jeruk nipis
Bawang goreng
Cabai rawit iris


Cara Membuat :
1. Buat dulu kaldu udang. Masak air bersama kepala udang dan jahe. Masukkan seledri dan daun bawang ikat. Tunggu hingga mendidih, biarkan 5 menit. Saring dan angkat.
2. Tumis bumbu halus, masukkan serai dan daun jeruk, tumis hingga harum. Masukkan udang, aduk hingga berubah warna.
3. Masukkan kaldu udang, kecap asin, garam dan gula pasir. Biarkan mendidih, cicipi rasanya.
4. Di dalam mangkuk, atur mie, toge rebus, dan telur rebus, sisihkan.
5. Setelah kuah mendidih, masukkan larutan air maizena/sagu, biarkan mendidih kembali (agak kental).
6. Siramkan ke atas mie dalam mangkuk
7. Taburi bawang goreng, seledri dan daun bawang, beri cabe rawit dan irisan jeruk nipis sebagai pelengkap.

Saran
Pakai kepala udang saja untuk membuat kaldu udang, agar tidak gatal. Seringkali kalau membuat kaldu udang dengan kulit udang, yang makan akan gatal di tenggorokan. Pakai udang yang ukurannya agak besar agar kepalanya juga besar dan menghasilkan kaldu yang gurih.


ReviewLOMBA MENULIS CERPEN & NOVELJun 17, '08 10:28 AM
for everyone
Category:Other
ANDA, CALON PENULIS TERKENAL!

Berbekal pengalaman sehari-hari atau imajinasi yang hebat, Anda bisa
menghasilkan karya fiksi menarik dan bermutu. Jangan lewatkan
Sayembara Mengarang Cerpen & Cerber femina 2008, dengan Ayu Utami
sebagai ketua dewan juri. Inilah jalan untuk mewujudkan impian menjadi
penulis kenamaan.

SYARAT UMUM SAYEMBARA CERPEN & CERBER:
• Peserta adalah Warga Negara Indonesia.
• Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan menggunakan
ejaan yang disempurnakan.
• Naskah harus asli, bukan terjemahan.
• Tema bebas, namun sesuai untuk majalah femina.
• Naskah belum pernah dipublikasikan di media massa cetak maupun
elektronik, dan tidak sedang diikutsertakan dalam sayembara lain.
• Peserta hanya boleh mengirimkan dua naskah terbaiknya.
• Hak untuk menerbitkan dalam bentuk buku dan menyiarkannya di media
elektronik ada pada PT Gaya Favorit Press.
• Redaksi berhak mengganti judul dan menyunting isi.
• Naskah yang tidak menang, tetapi dianggap cukup baik, akan dimuat di
edisi biasa. Penulis akan mendapat honor pemuatan yang sesuai.
• Keputusan juri mengikat. Tidak dapat diganggu gugat dan tidak
diadakan surat-menyurat.
• Karyawan Femina Group tidak diperkenankan mengikuti sayembara ini.
SYARAT KHUSUS CERBER:
• Diketik dengan komputer di atas kertas HVS kuarto dengan jarak dua
spasi. Font Arial ukuran 12.
• Panjang naskah antara 40 – 50 halaman.
• Dijilid dan dikirim sebanyak dua rangkap, disertai 1 (satu) disket
atau CD berisi naskah.
• Naskah dilampiri formulir asli, fotokopi KTP, dan sinopsis cerita.
• Amplop kiri atas ditulis: Sayembara Mengarang Cerber femina 2008.
• Naskah ditunggu selambat-lambatnya 28 November 2008.
• Pemenang akan diumumkan di majalah femina, terbit akhir April 2009.
SYARAT KHUSUS CERPEN:
• Diketik dengan komputer di atas kertas HVS kuarto dengan jarak dua
spasi. Font Arial ukuran 12.
• Panjang naskah 6 – 8 halaman, dan dikirim sebanyak dua rangkap
disertai 1 (satu) disket atau CD berisi naskah.
• Naskah dilampiri formulir asli dan fotokopi KTP.
• Amplop kiri atas ditulis: Sayembara Mengarang Cerpen femina 2008.
Naskah ditunggu selambat-lambatnya 30 September 2008.
• Pemenang akan diumumkan di majalah femina, terbit November 2008.
• Karya pemenang utama akan dimuat di femina edisi tahunan 2009.

Hadiah Sayembara Cerpen

* Pemenang I : Rp4.000.000
* Pemenang II : Rp2.500.000
* Pemenang III : Rp2.000.000
* 3 Pemenang Penghargaan @ Rp1.500.000


Hadiah Sayembara Cerber

* Pemenang I : Rp10.000.000
* Pemenang II : Rp7.000.000
* Pemenang III : Rp5.000.000
* 3 Pemenang Penghargaan @ Rp3.000.000
selengkapnya kunjungi femina online

Diambil dari http://hadihartono.tk/

ReviewReviewReviewYummi...PEMPEK ( makanan khas daerahku )May 30, '08 10:53 PM
for everyone
Category:Other
Empek empek Palembang

Bahan Dasar Utama :

Daging ikan giling halus (yg paling baik adalah ikan Gabus atau Tenggiri, jika tidak ada, dapat diganti dengan ikan apa saja yg dagingnya lebih banyak seperti Salmon,Tuna, Toman, Tongkol Kecil, Gurame, Sepat Besar, buang tulang nya giling sampe halus dan jangan pake ikan yg banyak lemaknya seperti Lele, Patin dsb )
Tepung SAGU, Air, garam halus secukupnya, penyedap secukupnya.

Catatan :

perbandingan antara Ikan dan sagu bisa 1:1 atau 1:3/4 atau 1:1/2, semakin banyak ikan semakin enak, tapi maksimal ikan 1 kg tepung sagu 0,5 kg.


SAUS CUKA BUAT PEMPEK

Bahan :

Gula merah 2,5 ons (gula aren/gula batok lebih bagus), bawang putih1 ons, garam halus secukupnya atau, cuka putih atau asam jawa, cabe rawit 1/2 ons, air, toncai (jika mau).

cara membuatnya :

Godok gula merah dengan air aduk sampai cair dan rata, masukkan garam halus secukupnya. Giling bawang putih dan cabe sampai halus. lalu bawang putih dan cabe yg sudah digiling dimasukkan kedalam cairan gula merah, beri air asam jawa atau diganti dengan cuka putih 1 sendok makan, masukkan toncai, cairan gula merah tetap diatas api. lalu dinginkan.
Jika anda takut kepedasan, maka gilingan bawang putih dan cabe, jangan dimasukkan dalam godokan gula, tetapi biarkan terpisah, sewaktu mau makan, maka baru dicampur secukup pedasnya.
Guna lebih awet dan tahan lama, saus cuka ini masukkan dalam botol tertutup dan simpan dalam kulkas, jika mau digunakan dihangatkan saja.

Pelengkap:

1 buah mentimun, kupas, potong dadu
250 gram mie basah
4 sdm bubuk ebi


EMPEK-EMPEK KAPAL SELAM (PEMPEK TELOR)

Bahan yang digunakan sama seperti untuk membuat pempek lenjer tadi, cuma di uli lebih lama sedikit supaya tidak mudah bocor. Telur ayam atau bebek, terserah mau di kocok atau tidak. Ambil sejemput bahan lalu di buat pipih dan dibentuk seperti mangkuk atau gelas dan buat lubang secukupnya untuk memasukkan cairan telur tadi.

Setelah cairan dimasukkan, bibir adonan di rapatkan dengan jari untuk menghindarkan telur keluar dari dalam, kalau anda terbiasa membuat pastel, maka ini akan lebih mudah karena bentuknya sama betul dengan pastel bedanya isinya telur mentah.

cara memasaknya :

Didihkan air, lalu masukkan satu persatu pempek yg sudah kita bentuk, hati-hati jangan sampai bocor, kalo bocor bahaya, memang yg namanya bocor selalu bahaya. hehehe. Rebus sampai dia mengapung sendiri, tanda pempek sudah masak adalah terapung, nama kapal selam diambil sebab waktu mentah dia tenggelam dan waktu matang dia mengapung.
Angkat pempek tsb lalu tiriskan airnya.

cara menyantapnya :

Bisa langsung disantap setelah dingin, atau di goreng dulu, dan di cocol dengan saus cuka. Kalau ukuran yg dibuat kecil bisa dimakan saja kalau ukurannya besar yaaa di potong dulu ntar keselek



ReviewReviewReviewReviewReviewMarah RoesliMay 2, '08 11:17 PM
for everyone
Category:Other
Marah Roesli atau sering kali dieja Marah Rusli (lahir di Padang, Sumatera Barat, 7 Agustus 1889, meninggal di Bandung, Jawa Barat, 17 Januari 1968 adalah sastrawan Indonesia angkatan Balai Pustaka. Keterkenalannya karena karyanya Siti Nurbaya (roman) yang diterbitkan pada tahun 1920 sangat banyak dibicarakan orang, bahkan sampai kini. Siti Nurbaya telah melegenda, wanita yang dipaksa kawin oleh orang tuanya, dengan lelaki yang tidak diinginkannya

Riwayat

Marah Rusli, sang sastrawan itu, bernama lengkap Marah Rusli bin Abu Bakar. Ia dilahirkan di Padang pada tanggal 7 Agustus 1889. Ayahnya, Sultan Abu Bakar, adalah seorang bangsawan dengan gelar Sultan Pangeran. Ayahnya bekerja sebagai demang. Marah Rusli mengawini gadis Sunda kelahiran Bogor pada tahun 1911. Mereka dikaruniai tiga orang anak, dua orang laki-laki dan seorang perempuan. Perkawinan Marah Rusli dengan gadis Sunda bukanlah perkawinan yang diinginkan oleh orang tua Marah Rusli, tetapi Marah Rusli kokoh pada sikapnya, dan ia tetap mempertahankan perkawinannya.

Meski lebih terkenal sebagai sastrawan, Marah Rusli sebenarnya adalah dokter hewan. Berbeda dengan Taufiq Ismail dan Asrul Sani yang memang benar-benar meninggalkan profesinya sebagai dokter hewan karena memilih menjadi penyair, Marah Rusli tetap menekuni profesinya sebagai dokter hewan hingga pensiun pada tahun 1952 dengan jabatan terakhir Dokter Hewan Kepala. Kesukaan Marah Rusli terhadap kesusastraan sudah tumbuh sejak ia masih kecil. Ia sangat senang mendengarkan cerita-cerita dari tukang kaba, tukang dongeng di Sumatera Barat yang berkeliling kampung menjual ceritanya, dan membaca buku-buku sastra. Marah Rusli meninggal pada tanggal 17 Januari 1968 di Bandung dan dimakamkan di Bogor, Jawa Barat.

Kiprah

Dalam sejarah sastra Indonesia, Marah Rusli tercatat sebagai pengarang roman yang pertama dan diberi gelar oleh H.B. Jassin sebagai Bapak Roman Modern Indonesia. Sebelum muncul bentuk roman di Indonesia, bentuk prosa yang biasanya digunakan adalah hikayat.

Marah Rusli berpendidikan tinggi dan buku-buku bacaannya banyak yang berasal dari Barat yang menggambarkan kemajuan zaman. Ia kemudian melihat bahwa adat yang melingkupinya tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman. Hal itu melahirkan pemberontakan dalam hatinya yang dituangkannya ke dalam karyanya, Siti Nurbaya. Ia ingin melepaskan masyarakatnya dari belenggu adat yang tidak memberi kesempatan bagi yang muda untuk menyatakan pendapat atau keinginannya.

Dalam Siti Nurbaya, telah diletakkan landasan pemikiran yang mengarah pada emansipasi wanita. Cerita itu membuat wanita mulai memikirkan akan hak-haknya, apakah ia hanya menyerah karena tuntutan adat (dan tekanan orang tua) ataukah ia harus mempertahankan yang diinginkannya. Ceritanya menggugah dan meninggalkan kesan yang mendalam kepada pembacanya. Kesan itulah yang terus melekat hingga sampai kini. Setelah lebih delapan puluh tahun novel itu dilahirkan, Siti Nurbaya tetap diingat dan dibicarakan.

Selain Siti Nurbaya, Marah Rusli juga menulis beberapa roman lainnya. Akan tetapi, Siti Nurbaya itulah yang terbaik. Roman itu mendapat hadiah tahunan dalam bidang sastra dari Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1969 dan diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia.

Bibliografi

• Siti Nurbaya. Jakarta : Balai Pustaka. 1920 mendapat hadiah dari Pemerintah RI tahun 1969.
• La Hami. Jakarta : Balai Pustaka. 1924.
• Anak dan Kemenakan. Jakarta : Balai Pustaka. 1956.
• Memang Jodoh (naskah roman dan otobiografis)
• Tesna Zahera (naskah Roman)
Terjemahannya: Gadis yang Malang (novel Charles Dickens, 1922).

Trivia

• Marah Roesli adalah kakek dari Harry Roesli, pemusik kontemporer Indonesia

ReviewReviewReviewReviewReviewMochtar LubisMay 2, '08 11:04 PM
for everyone
Category:Other
Mochtar Lubis (dilahirkan Padang, Sumatera Barat, 7 Maret 1922;meninggal Jakarta, 2 Juli 2004) adalah seorang jurnalis dan pengarang ternama asal Indonesia. Sejak zaman pendudukan Jepang ia telah dalam lapangan penerangan. Ia turut mendirikan Kantor Berita ANTARA, kemudian mendirikan dan memimpin harian Indonesia Raya yang telah dilarang terbit. Ia mendirikan majalah sastra Horizon bersama-sama kawan-kawannya. Pada waktu pemerintahan rezim Soekarno, ia dijebloskan ke dalam penjara hampir sembilan tahun lamanya dan baru dibebaskan pada tahun 1966. Pemikirannya selama di penjara, ia tuangkan dalam buku Catatan Subversif (1980).

Pernah menjadi Presiden Press Foundation of Asia, anggota Dewan Pimpinan International Association for Cultural Freedom (organisasi CIA), dan anggota World Futures Studies Federation.

Novelnya, Jalan Tak Ada Ujung (1952 diingriskan A.H. John menjadi A road with no end, London, 1968), mendapat Hadiah Sastra BMKN 1952; cerpennya Musim Gugur menggondol hadiah majalah Kisah tahun 1953; kumpulan cerpennya Perempuan (1956) mendapatkan Hadiah Sastra Nasional BMKN 1955-1956; novelnya, Harimau! Harimau! (1975), meraih hadiah Yayasan Buku Utama Departeman P & K; dan novelnya Maut dan Cinta (1977) meraih Hadiah Sastra Yayasan Jaya Raya tahun 1979. Selain itu, Mochtar juga menerima Anugerah Sastra Chairil Anwar (1992).

Bibliografi

• Tidak Ada Esok (novel, 1951)
• Si Jamal dan Cerita-Cerita Lain (kumpulan cerpen, 1950)
• Teknik Mengarang (1951)
• Teknik Menulis Skenario Film (1952)
• Harta Karun (cerita anak, 1964)
• Tanah Gersang (novel, 1966)
• Senja di Jakarta (novel, 1970; diinggriskan Claire Holt dengan judul Twilight in Jakarta, 1963)
• Judar Bersaudara (cerita anak, 1971)
• Penyamun dalam Rimba (cerita anak, 1972)
• Manusia Indonesia (1977)
• Berkelana dalam Rimba (cerita anak, 1980)
• Kuli Kontrak (kumpulan cerpen, 1982)
• Bromocorah (kumpulan cerpen, 1983)

Karya jurnalistiknya:

• Perlawatan ke Amerika Serikat (1951)
• Perkenalan di Asia Tenggara (1951)
• Catatan Korea (1951)
• Indonesia di Mata Dunia (1955)

Mochtar Lubis juga menjadi editor:

• Pelangi: 70 Tahun Sutan Takdir Alisyahbana (1979)
• Bunga Rampai Korupsi (bersama James C. Scott, 1984)
• Hati Nurani Melawan Kezaliman: Surat-Surat Bung Hatta kepada Presiden Soekarno (1986)

Terjemahannya:

• Tiga Cerita dari Negeri Dollar (kumpulan cerpen, John Steinbeck, Upton Sinclair, dan John Russel, 1950)
• Orang Kaya (novel F. Scott Fitgerald, 1950)
• Yakin (karya Irwin Shaw, 1950)
• Kisah-kisah dari Eropa (kumpulan cerpen, 1952)
• Cerita dari Tiongkok (terjemahan bersama Beb Vuyk dan S. Mundingsari, 1953)

Studi mengenai Mochtar Lubis:

• M.S. Hutagalung, Jalan Tak Ada Ujung Mochtar Lubis (1963)
• Henri Chambert-Loir, Mochtar Lubis, une vision de l'Indonésie Contemporaine (diseertasi, Paris, 1974)
• David T. Hill, Mochtar Lubis: Author, Editor, and Political Actor (disertasi, Canberra, 1989)



ReviewReviewReviewReviewReviewSutan Takdir AlisjahbanaMay 2, '08 10:55 PM
for everyone
Category:Other
Sutan Takdir Alisjahbana (STA), (Natal, Sumatera Utara, 11 Februari 1908 - Jakarta, 17 Juli 1994), adalah sastrawan Indonesia. Menamatkan HKS di Bandung (1928), meraih Mr. dari Sekolah Tinggi di Jakarta (1942), dan menerima Dr. Honoris Causa dari UI (1979) dan Universiti Sains, Penang, Malaysia (1987).

Pernah menjadi redaktur Panji Pustaka dan Balai Pustaka (1930-1933), kemudian mendirikan dan memimpin majalah Pujangga Baru (1933-1942 dan 1948-1953), Pembina Bahasa Indonesia (1947-1952), dan Konfrontasi (1954-1962). Pernah menjadi guru HKS di Palembang (1928-1929), dosen Bahasa Indonesia, Sejarah, dan Kebudayaan di UI (1946-1948), guru besar Bahasa Indonesia, Filsafat Kesusastraan dan Kebudayaan di Universitas Nasional, Jakarta (1950-1958), guru besar Tata Bahasa Indonesia di Universitas Andalas, Padang (1956-1958), dan guru besar & Ketua Departemen Studi Melayu Universitas Malaya, Kuala Lumpur (1963-1968).

Sebagai anggota Partai Sosialis Indonesia, STA pernah menjadi anggota parlemen (1945-1949), anggota Komite Nasional Indonesia, dan anggota Konstituante (1950-1960). Selain itu, ia menjadi anggota Societe de linguitique de Paris (sejak 1951), anggota Commite of Directors of the International Federation of Philosophical Sociaties (1954-1959), anggota Board of Directors of the Study Mankind, AS (sejak 1968), anggota World Futures Studies Federation, Roma (sejak 1974), dan anggota kehormatan Koninklijk Institute voor Taal, Land en Volkenkunde, Belanda (sejak 1976). Dia juga pernah menjadi Rektor Universitas Nasional, Jakarta, Ketua Akademi Jakarta (1970-1994), dan pemimpin umum majalah Ilmu dan Budaya (1979-1994), dan Direktur Balai Seni Toyabungkah, Bali (-1994).

Masa Kecil

Ayah STA, Raden Alisyahbana Sutan Arbi, ialah seorang guru. Selain itu, dia juga menjalani pekerjaan sebagai penjahit, pengacara tradisional (pokrol bambu), dan ahli reparasi jam. Selain itu, dia juga dikenal sebagai pemain sepakbola yang handal. Kakek STA dikenal sebagai seseorang yang dianggap memiliki pengetahuan agama dan hukum yang luas, dan di atas makamnya tertumpuk buku-buku yang sering disaksikan terbuang begitu saja oleh STA ketika dia masih kecil. Kabarnya, ketika kecil STA bukan seorang kutu buku, dan lebih senang bermain-main di luar. Setelah lulus dari sekolah dasar pada waktu itu, STA pergi ke Bandung, dan seringkali menempuh perjalanan tujuh hari tujuh malam dari Jawa ke Sumatera setiap kali dia mendapat liburan. Pengalaman ini bisa terlihat dari cara dia menuliskan karakter Yusuf di dalam salah satu bukunya yang paling terkenal: Layar Terkembang.

Keterlibatan dengan Balai Pustaka

Setelah lulus dari Hogere Kweekschool di Bandung, STA melanjutkan ke Hoofdacte Cursus di Jakarta (Batavia), yang merupakan sumber kualifikasi tertinggi bagi guru di Hindia Belanda pada saat itu. Di Jakarta, STA melihat iklan lowongan pekerjaan untuk Balai Pustaka, yang merupakan biro penerbitan pemerintah administrasi Belanda. Dia diterima setelah melamar, dan di dalam biro itulah STA bertemu dengan banyak intelektual-intelektual Hindia Belanda pada saat itu, baik intelektual pribumi maupun yang berasal dari Belanda. Salah satunya ialah rekan intelektualnya yang terdekat, Armijn Pane.

Sutan Takdir Alisjahbana dan Perkembangan Bahasa Indonesia
Dalam kedudukannya sebagai penulis ahli dan kemudian ketua Komisi Bahasa selama pendudukan Jepang,Takdir melakukan modernisasi bahasa Indonesia sehingga dapat menjadi bahasa nasional yang menjadi pemersatu bangsa. Ia yang pertama kali menulis Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia (1936) dipandang dari segi Indonesia, buku mana masih dipakai sampai sekarang,serta Kamus Istilah yang berisi istilah- istilah baru yang dibutuhkan oleh negara baru yang ingin mengejar modernisasi dalam berbagai bidang. Setalah Kantor Bahasa tutup pada akhir Perang Dunia kedua, ia tetap mempengaruhi perkembangan bahasa Indonesia melalui majalah Pembina Bahasa yang diterbitkan dan dipimpinnya. Sebelum kemerdekaan, Takdir adalah pencetus Kongres Bahasa Indonesia pertama di Solo. Pada tahun 1970 Takdir menjadi Ketua Gerakan Pembina Bahasa Indonesia dan inisiator Konferensi Pertama Bahasa- Bahasa Asia tentang "The Modernization of The Languages in Asia (29 September-1 Oktober 1967)

Karya-karyanya

• Tak Putus Dirundung Malang (novel, 1929)
• Dian Tak Kunjung Padam (novel, 1932)
• Tebaran Mega (kumpulan sajak, 1935)
• Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia (1936)
• Layar Terkembang (novel, 1936)
• Anak Perawan di Sarang Penyamun (novel, 1940)
• Puisi Lama (bunga rampai, 1941)
• Puisi Baru (bunga rampai, 1946)
• Pelangi (bunga rampai, 1946)
• Pembimbing ke Filsafat (1946)
• Dari Perjuangan dan Pertumbuhan Bahasa Indonesia (1957)
• The Indonesian language and literature (1962)
• Revolusi Masyarakat dan Kebudayaan di Indonesia (1966)
• Kebangkitan Puisi Baru Indonesia (kumpulan esai, 1969)
• Grotta Azzura (novel tiga jilid, 1970 & 1971)
• Values as integrating vorces in personality, society and culture (1974)
• The failure of modern linguistics (1976)
• Perjuangan dan Tanggung Jawab dalam Kesusastraan (kumpulan esai, 1977)
• Dari Perjuangan dan Pertumbuhan Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia sebagai Bahasa Modern (kumpulan esai, 1977)
• Perkembangan Sejarah Kebudayaan Indonesia Dilihat dari Segi Nilai-Nilai (1977)
• Lagu Pemacu Ombak (kumpulan sajak, 1978)
• Amir Hamzah Penyair Besar antara Dua Zaman dan Uraian Nyanyian Sunyi (1978)
• Kalah dan Menang (novel, 1978)
• Menuju Seni Lukis Lebih Berisi dan Bertanggung Jawab (1982)
• Kelakuan Manusia di Tengah-Tengah Alam Semesta (1982)
• Sociocultural creativity in the converging and restructuring process of the emerging world (1983)
• Kebangkitan: Suatu Drama Mitos tentang Bangkitnya Dunia Baru (drama bersajak, 1984)
• Perempuan di Persimpangan Zaman (kumpulan sajak, 1985)
• Seni dan Sastra di Tengah-Tengah Pergolakan Masyarakat dan Kebudayaan (1985)
• Sajak-Sajak dan Renungan (1987).

Buku yang dieditorinya: Kreativitas (kumpulan esai, 1984) dan Dasar-Dasar Kritis Semesta dan Tanggung Jawab Kita (kumpulan esai, 1984).
Terjemahannya: Nelayan di Laut Utara (karya Pierre Loti, 1944), Nikudan Korban Manusia (karya Tadayoshi Sakurai; terjemahan bersama Soebadio Sastrosatomo, 1944).

Buku mengenai STA: Muhammmad Fauzi, S. Takdir Alisjahbana & Perjuangan Kebudayaan Indonesia 1908-1994 (1999) dan S. Abdul Karim Mashad Sang Pujangga, 70 Tahun Polemik Kebudayaan, Menyongsong Satu Abad S. Takdir Alisjahbana (2006).

Penghargaan

• Tahun 1970 STA menerima Satyalencana Kebudayaan dari Pemerintah RI.
• STA adalah pelopor dan tokoh sastrawan "Pujangga Baru".

Lain-lain

Sampai akhirnya hayatnya, ia belum mewujudkan cita-cita terbesarnya, menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar kawasan di Asia Tenggara. Ia kecewa, bahasa Indonesia semakin surut perkembangannya. Padahal, bahasa itu pernah menggetarkan dunia linguistik saat dijadikan bahasa persatuan untuk penduduk di 13.000 pulau di Nusantara. Ia kecewa, bangsa Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, sebagian Filipina, dan Indonesia yang menjadi penutur bahasa melayu gagal mengantarkan bahasa itu kembali menjadi bahasa pengantara kawasan.



ReviewReviewReviewReviewReviewNh DiniMay 2, '08 10:31 PM
for everyone
Category:Other
Nh. Dini
Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin (lahir di Semarang, Jawa Tengah, 29 Februari 1936) atau lebih dikenal dengan nama NH Dini adalah sastrawan, novelis, dan feminis Indonesia.

Sejarah hidup

NH Dini dilahirkan dari pasangan Saljowidjojo dan Kusaminah. Ia anak bungsu dari lima bersaudara, ulang tahunnya dirayakan empat tahun sekali. Masa kecilnya penuh larangan. Konon ia masih berdarah Bugis, sehingga jika keras kepalanya muncul, ibunya acap berujar, “Nah, darah Bugisnya muncul".

NH Dini mengaku mulai tertarik menulis sejak kelas tiga SD. Buku-buku pelajarannya penuh dengan tulisan yang merupakan ungkapan pikiran dan perasaannya sendiri. Ia sendiri mengakui bahwa tulisan itu semacam pelampiasan hati. Ibu Dini adalah pembatik yang selalu bercerita padanya tentang apa yang diketahui dan dibacanya dari bacaan Panji Wulung, Penyebar Semangat, Tembang-tembang Jawa dengan Aksara Jawa dan sebagainya. Baginya, sang ibu mempunyai pengaruh yang besar dalam membentuk watak dan pemahamannya akan lingkungan.

Sekalipun sejak kecil kebiasaan bercerita sudah ditanamkan, sebagaimana yang dilakukan ibunya kepadanya, ternyata Dini tidak ingin jadi tukang cerita. la malah bercita-cita jadi supir lokomotif atau masinis. Tapi ia tak kesampaian mewujudkan obsesinya itu hanya karena tidak menemukan sekolah bagi calon masinis kereta api.

Kalau pada akhirnya ia menjadi penulis, itu karena ia memang suka cerita, suka membaca dan kadang-kadang ingin tahu kemampuannya. Misalnya sehabis membaca sebuah karya, biasanya dia berpikir jika hanya begini saya pun mampu membuatnya. Dan dalam kenyataannya ia memang mampu dengan dukungan teknik menulis yang dikuasainya.

Dini ditinggal wafat ayahnya semasih duduk di bangku SMP, sedangkan ibunya hidup tanpa penghasilan tetap. Mungkin karena itu, ia jadi suka melamun. Bakatnya menulis fiksi semakin terasah di sekolah menengah. Waktu itu, ia sudah mengisi majalah dinding sekolah dengan sajak dan cerita pendek. Dini menulis sajak dan prosa berirama dan membacakannya sendiri di RRI Semarang ketika usianya 15 tahun. Sejak itu ia rajin mengirim sajak-sajak ke siaran nasional di RRI Jakarta dalam acara Tunas Mekar.

Karir

Peraih penghargaan SEA Write Award di bidang sastra dari Pemerintah Thailand ini sudah telajur dicap sebagai sastrawan di Indonesia, padahal ia sendiri mengaku hanyalah seorang pengarang yang menuangkan realita kehidupan, pengalaman pribadi dan kepekaan terhadap lingkungan ke dalam setiap tulisannya. Ia digelari pengarang sastra feminis. Pendiri Pondok Baca NH Dini di Sekayu, Semarang ini sudah melahirkan puluhan karya.

Beberapa karya Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin yang dikenal dengan nama NH Dini, ini yang terkenal, di antaranya Pada Sebuah Kapal (1972), La Barka (1975) atau Namaku Hiroko (1977), Orang-orang Tran (1983), Pertemuan Dua Hati (1986), Hati yang Damai (1998), belum termasuk karya-karyanya dalam bentuk kumpulan cerpen, novelet, atau cerita kenangan. Budi Darma menyebutnya sebagai pengarang sastra feminis yang terus menyuarakan kemarahan kepada kaum laki-laki. Terlepas dari apa pendapat orang lain, ia mengatakan bahwa ia akan marah bila mendapati ketidakadilan khususnya ketidakadilan gender yang sering kali merugikan kaum perempuan. Dalam karyanya yang terbaru berjudul Dari Parangakik ke Kamboja (2003), ia mengangkat kisah tentang bagaimana perilaku seorang suami terhadap isterinya. Ia seorang pengarang yang menulis dengan telaten dan produktif, seperti komentar Putu Wijaya; 'kebawelan yang panjang.'

Hingga kini, ia telah menulis lebih dari 20 buku. Kebanyakan di antara novel-novelnya itu bercerita tentang wanita. Namun banyak orang berpendapat, wanita yang dilukiskan Dini terasa “aneh”. Ada pula yang berpendapat bahwa dia menceritakan dirinya sendiri. Pandangan hidupnya sudah amat ke barat-baratan, hingga norma ketimuran hampir tidak dikenalinya lagi. Itu penilaian sebagian orang dari karya-karyanya. Akan tetapi terlepas dari semua penilaian itu, karya NH Dini adalah karya yang dikagumi. Buku-bukunya banyak dibaca kalangan cendekiawan dan jadi bahan pembicaraan sebagai karya sastra.

Bukti keseriusannya dalam bidang yang ia geluti tampak dari pilihannya, masuk jurusan sastra ketika menginjak bangku SMA di Semarang. Ia mulai mengirimkan cerita-cerita pendeknya ke berbagai majalah. Ia bergabung dengan kakaknya, Teguh Asmar, dalam kelompok sandiwara radio bernama Kuncup Berseri. Sesekali ia menulis naskah sendiri. Dini benar-benar remaja yang sibuk. Selain menjadi redaksi budaya pada majalah remaja Gelora Muda, ia membentuk kelompok sandiwara di sekolah, yang diberi nama Pura Bhakti. Langkahnya semakin mantap ketika ia memenangi lomba penulisan naskah sandiwara radio se-Jawa Tengah. Setelah di SMA Semarang, ia pun menyelenggarakan sandiwara radio Kuncup Seri di Radio Republik Indonesia (RRI) Semarang. Bakatnya sebagai tukang cerita terus dipupuk.

Pada 1956, sambil bekerja di Garuda Indonesia Airways (GIA) di Bandara Kemayoran, Dini menerbitkan kumpulan cerita pendeknya, Dua Dunia. Sejumlah bukunya bahkan mengalami cetak ulang sampai beberapa kali - hal yang sulit dicapai oleh kebanyakan buku sastra. Buku lain yang tenar karya Dini adalah Namaku Hiroko dan Keberangkatan. la juga menerbitkan serial kenangan, sementara cerpen dan tulisan lain juga terus mengalir dari tangannya. Walau dalam keadaan sakit sekalipun, ia terus berkarya.

Dini dikenal memiliki teknik penulisan konvensional. Namun menurutnya teknik bukan tujuan melainkan sekedar alat. Tujuannya adalah tema dan ide. Tidak heran bila kemampuan teknik penulisannya disertai dengan kekayaan dukungan tema yang sarat ide cemerlang. Dia mengaku sudah berhasil mengungkapkan isi hatinya dengan teknik konvensional.

Ia mengakui bahwa produktivitasnya dalam menulis termasuk lambat. Ia mengambil contoh bukunya yang berjudul Pada Sebuah Kapal, prosesnya hampir sepuluh tahun sampai buku itu terbit padahal mengetiknya hanya sebulan. Baginya, yang paling mengasyikkan adalah mengumpulkan catatan serta penggalan termasuk adegan fisik, gagasan dan lain-lain. Ketika ia melihat melihat atau mendengar yang unik, sebelum tidur ia tulis tulis dulu di blocknote dengan tulis tangan.

Pengarang yang senang tanaman ini, biasanya menyiram tanaman sambil berpikir, mengolah dan menganalisa. la merangkai sebuah naskah yang sedang dikerjakannya. Pekerjaan berupa bibit-bibit tulisan itu disimpannya pada sejumlah map untuk kemudian ditulisnya bila sudah terangkai cerita.

Dini dipersunting Yves Coffin, Konsul Prancis di Kobe, Jepang, pada 1960. Dari pernikahan itu ia dikaruniai dua anak, Marie-Claire Lintang (kini 42 tahun) dan Pierre Louis Padang (kini 36 tahun). Anak sulungnya kini menetap di Kanada, dan anak bungsunya menetap di Prancis.

Sebagai konsekuensi menikah dengan seorang diplomat, Dini harus mengikuti ke mana suaminya ditugaskan. Ia diboyong ke Jepang, dan tiga tahun kemudian pindah ke Pnom Penh, Kamboja. Kembali ke negara suaminya, Prancis, pada 1966, Dini melahirkan anak keduanya pada 1967. Selama ikut suaminya di Paris, ia tercatat sebagai anggota Les Amis dela Natura (Green Peace). Dia turut serta menyelamatkan burung belibis yang terkena polusi oleh tenggelamnya kapal tanker di pantai utara Perancis.

Setahun kemudian ia mengikuti suaminya yang ditempatkan di Manila, Filipina. Pada 1976, ia pindah ke Detroit, AS, mengikuti suaminya yang menjabat Konsul Jenderal Prancis. Dini berpisah dengan suaminya, Yves Coffin pada 1984, dan mendapatkan kembali kewarganegaraan RI pada 1985 melalui Pengadilan Negeri Jakarta.

Mantan suaminya masih sering berkunjung ke Indonesia. Dini sendiri pernah ke Kanada ketika akan mengawinkan Lintang, anaknya. Lintang sebenarnya sudah melihat mengapa ibunya berani mengambil keputusan cerai. Padahal waktu itu semua orang menyalahkannya karena dia meninggalkan konstitusi perkawinan dan anak-anak. Karena itulah ia tak memperoleh apa-apa dari mantan suaminya itu. Ia hanya memperoleh 10.000 dollar AS yang kemudian digunakannya untuk membuat pondok baca anak-anak di Sekayu, Semarang.

Dini yang pencinta lingkungan dan pernah ikut Menteri KLH Emil Salim menggiring Gajah Lebong Hitam, tampaknya memang ekstra hati-hati dalam memilih pasangan setelah pengalaman panjangnya bersama diplomat Perancis itu. la pernah jatuh bangun, tatkala terserang penyakit 1974, di saat ia dan suaminya sudah pisah tempat tidur. Kala itu, ada yang bilang ia terserang tumor, kanker. Namun sebenarnya kandungannya amoh sehingga blooding, karena itu ia banyak kekurangan darah. Secara patologi memang ada sel asing. Kepulangannya ke Indonesia dengan tekad untuk menjadi penulis dan hidup dari karya-karyanya, adalah suatu keberanian yang luar biasa. Dia sendiri mengaku belum melihat ladang lain, sekalipun dia mantan pramugrari GIA, mantan penyiar radio dan penari. Tekadnya hidup sebagai pengarang sudah tak terbantahkan lagi.
Mengisi kesendiriannya, ia bergiat menulis cerita pendek yang dimuat berbagai penerbitan. Di samping itu, ia pun aktif memelihara tanaman dan mengurus pondok bacanya di Sekayu. Sebagai pencinta lingkungan, Dini telah membuat tulisan bersambung di surat kabar Sinar Harapan yang sudah dicabut SIUPP-nya, dengan tema transmigrasi.

Menjadi pengarang selama hampir 60 tahun tidaklah mudah. Baru dua tahun terakhir ini, ia menerima royalti honorarium yang bisa menutupi biaya hidup sehari-hari. Tahun-tahun sebelumnya ia mengaku masih menjadi parasit. Ia banyak dibantu oleh teman-temannya untuk menutupi biaya makan dan pengobatan.

Tahun 1996-2000, ia sempat menjual-jual barang. Dulu, sewaktu masih di Prancis, ia sering dititipi tanaman, kucing, hamster, kalau pemiliknya pergi liburan. Ketika mereka pulang, ia mendapat jam tangan dan giwang emas sebagai upah menjaga hewan peliharaan mereka. Barang-barang inilah yang ia jual untuk hidup sampai tahun 2000.
Dini kemudian sakit keras, hepatitis-B, selama 14 hari. Biaya pengobatannya dibantu oleh Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto. Karena ia sakit, ia juga menjalani USG, yang hasilnya menyatakan ada batu di empedunya. Biaya operasi sebesar tujuh juta rupiah serta biaya lain-lain memaksa ia harus membayar biaya total sebesar 11 juta. Dewan Kesenian Jawa Tengah, mengorganisasi dompet kesehatan Nh Dini. Hatinya semakin tersentuh ketika mengetahui ada guru-guru SD yang ikut menyumbang, baik sebesar 10 ribu, atau 25 ribu. Setelah ia sembuh, Dini, mengirimi mereka surat satu per satu. Ia sadar bahwa banyak orang yang peduli kepadanya. Sejak 16 Desember 2003, ia kemudian menetap di Sleman, Yogyakarta. Ia yang semula menetap di Semarang, kini tinggal di kompleks Graha Wredha Mulya, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta. Kanjeng Ratu Hemas, istri Sultan Hamengku Buwono X yang mendengar kepindahannya, menyarankan Dini membawa serta perpustakaannya. Padahal empat ribu buku dari tujuh ribu buku perpustakaannya, sudah ia hibahkan ke Rotary Club Semarang.

Alhasil, Dini di Yogya tetap menekuni kegiatan yang sama ia tekuni di Semarang, membuka taman bacaan. Kepeduliannya, mengundang anak-anak di lingkungan untuk menyukai bacaan beragam bertema tanah air, dunia luar, dan fiksi. Ia ingin anak-anak di lingkungannya membaca sebanyak-banyaknya buku-buku dongeng, cerita rakyat, tokoh nasional, geografi atau lingkungan Indonesia, cerita rekaan dan petualangan, cerita tentang tokoh internasional, serta pengetahuan umum. Semua buku ia seleksi dengan hati-hati. Jadi, Pondok Baca Nh Dini yang lahir di Pondok Sekayu, Semarang pada 1986 itu, sekarang diteruskan di aula Graha Wredha Mulya. Ia senantiasa berpesan agar anak-anak muda sekarang banyak membaca dan tidak hanya keluyuran. Ia juga sangat senang kalau ada pemuda yang mau jadi pengarang, tidak hanya jadi dokter atau pedagang. Lebih baik lagi jika menjadi pengarang namun mempunyai pekerjaan lain.

Dalam kondisinya sekarang, ia tetap memegang teguh prinsip-prinsip hidupnya. Ia merasa beruntung karena dibesarkan oleh orang tua yang menanamkan prinsip-prinsip hidup yang senantiasa menjaga harga diri. Mungkin karena itu pulalah NH Dini tidak mudah menerima tawaran-tawaran yang mempunyai nilai manipulasi dan dapat mengorbankan harga diri.

Ia juga pernah ditawari bekerja tetap pada sebuah majalah dengan gaji perbulan. Akan tetapi dia memilih menjadi pengarang yang tidak terikat pada salah satu lembaga penerbitan. Bagi Dini, kesempatan untuk bekerja di media atau perusahaan penerbitan sebenarnya terbuka lebar. Namun seperti yang dikatakannya, ia takut kalau-kalau kreativitasnya malah berkurang. Untuk itulah ia berjuang sendiri dengan cara yang diyakininya; tetap mempertahankan kemampuan kreatifnya.

Menyinggung soal seks, khususnya adegan-adegan yang dimunculkan dalam karya-karyanya, ia menganggapnya wajar-wajar saja. Begitulah spontanitas penuturan pengarang yang pengikut kejawen ini. la tak sungkan-sungkan mengungkapkan segala persoalan dan kisah perjalanan hidupnya melalui karya-karya yang ditulisnya



ReviewReviewLove of a LifetimeMar 23, '08 4:24 AM
for everyone
Category:Music
Genre: Rock
Artist:FIREHOUSE
Group ini muncul ke permukaan blantika music rock international tepat ketika Pop metal explotion ada diujung kejayaannya yakni diakhir tahun 80-an dan awal 80-an. Firehouse diperkuat olehC.J Snare pada Vocal kemudian Michael Foster, Bill Leverty, dan Perry Richardson.
Warna musik mereka yang Commersial Hard Rock serta melodic mendorong nama Firehouse seperti kilat ke chart success Debut album mereka di tahun 1991 juga mendapat sambutan lumayan hangat termasuk dari para kritisi musik


Dengan cepat pula Self title debut album mereka meraih Platinum dan menelorkan 2 lagu yg berhasil merambah top 20 singles "Don't Treat Me Bad" dan "Love of a Lifetime." Satu tahun kemudian, tepatnya di tahun 1992 Firehouse merilis album kedua bertitle Hold Your Fire, yang dirancang untuk menggaet predikat Gold tapi sayang sekali album Firehouse yang satu ini kurang mujur di pasaran. Nasib buruk album ini Bisa jadi disebabkan karena Firehouse mengambil materi yg salah dan keluar dari album mereka yg pertama kali ini mereka mengadopsi sound yang lebih berat dan lebih mengarah ke punk hard rock


Untuk melanjutkan dengan album ke tiga Firehouse butuh waktu 3 tahun untuk merenungi memperbaiki dan mempelajari materi yg lebih bagus dan fresh. Lahirlah Firehouse 3 di tahun 1995 yang menampilkan materi yang lebih soft dan ternyata memang ada hasilnya album ini kembali dilirik masyarakat walaupun tidak seantusias pada album pertama. Satu tahun berikutnya Firehouse menampilkan Good Acoustics. dan di tahun 1999 Firehouse kembali lewat album bertitle Category 5 dan dalam album ini anda bisa menyimak kekentalan atau khas dari Amrican Rock n Roll yang diikuti dengan konser besar-besaran.

LOVE OF A LIFETIME

I guess the time was right for us to say
We'd take our time and live our lives
Together day by day
We'll make a wish and send it on a prayer
We know our dreams can all come true
With love that we can share
With you I never wonder--will you be there for me
With you I never wonder--you're the right one for me
I finally found the love of a lifetime
A love to last my whole life through
I finally found the love of a lifetime

Forever in my heart
I finally found the love of a lifetime
With every kiss, our love is like brand-new
And every star up in the sky
Was made for me and you
Still we both know that the road is long
We know that we will be together
Because our love is strong
I finally found the love of a lifetime
A love to last my whole life through
I finally found the love of a lifetime

Forever in my heart
I finally found the love of a lifetime

www.radiostarfm.com


ReviewReviewReviewReviewShe's GoneMar 23, '08 3:38 AM
for everyone
Category:Music
Genre: Rock
Artist:STEELHEART
STEEL HEART dibesarkan di kawasan Norwalk, CT, dengan nama band asli RED ALERT /beranggotakan quartet original : singer MICHAEL MATIJEVIC, guitarist CHRIS RISOLA, bassist JAMES WARD, and drummer FRANK DICOSTANZO Setelah melampaui tahun-tahun sulit, dimana mereka harus bekerja keras … akhirnya band ini berhasil menggapai apa yang mereka inginkan dengan adanya sebuah ‘record deal’ dengan MCA records, yang menandai pula perubahan nama band dari RED ALERT menjadi STEEL HEART.
Debut album berlabel ‘STEEL HEART’ dilepas tahun 1991 dan sukses menelorkan sebuah Hit Power Ballad ‘NEVER LET YOU GO’ yang berhasil merengkuh peringkat ke-14 dalam THE BILLBOARD SINGLES CHART.

sukses debut album ini melecut STEEL HEART untuk kembali bekerja keras guna mencipta materi-materi baru sebagai muatan album mereka selanjutnya . Sebagai hasilnya TANGLED IN REINS diluncurkan tahun berikutnya namun … sebuah tragedy tengah membayangi mereka ketika STEEL HEART tampil membuka ‘live show’ dari SLAUGHTER pada sebuah pagelaran HALLOWEEN yang dihelat di McNICHOL'S ARENA, DENVER, CO . MATIJEVIC tertimpa tiang penopang lighting pas di bagian kepala hingga membuat ia jatuh tersungkur ke tanah dengan posisi wajah atau muka terlebih dahulu tentu saja tragedi ini mengakibatkan MICHAEL MATIJEVIC menderita luka yang cukup serius di bagian kepala.
Kejadian ini juga memaksa STEEL HEART harus beristirahat dari berbagai aktivitasnya hingga luka yang diderita MATIJEVIC sembuh hal ini berakibat iklim bermusik STEEL HEART mengalami perubahan yang amat dramatis dan berujung dibubarkannya STEEL HEART tak lama setelah kecelakaan itu terjadi Tetapi kelompok ini sempat ber-reuni di tahun 2000 dan membuahkan album ke-3 berbandrol ‘WAIT’ .

SHE”S GONE

She's gone,
Out of my life.
I was wrong,
I'm to blame,
I was so untrue.
I can't live without her love.

In my life
There's just an empty space.
All my dreams are lost,
I'm wasting away.
Forgive me, girl.

(Chorus)

Lady, won't you save me?
My heart belongs to you.
Lady, can you forgive me?
For all I've done to you.
Lady, oh, lady.
She's gone, Out of my life.
Oh, she's gone.
I find it so hard to go on.
I really miss that girl, my love.
Come back into my arms.
I'm so alone,
I'm begging you,
I'm down on my knees.
Forgive me, girl.

(Chorus x2)

Lady, oh, lady.
My heart belongs to you.
Lady, can you forgive me?
For all I've done to you.

www.radiostarfm.com



ReviewReviewReviewFollow You Follow MeMar 23, '08 3:09 AM
for everyone
Category:Music
Genre: Rock
Artist:GENESIS
Genesis adalah kelompok musik progressive rock asal Britania Raya yang dibentuk pada tahun 1967. Mereka terakhir mengeluarkan album di tahun 1998.
Formasi awal


Genesis didirikan oleh Tony Banks, Mike Rutherford, Peter Gabriel, Anthony Phillips dan Chris Stewart. Setelah menandatangani kontrak dengan Jonathan King, seorang produser rekaman dan penulis lagu, mereka merilis album From Genesis to Revelation di tahun 1969. Album ini berisi lagu-lagu pop bergaya Bee Gees yang sangat disukai oleh King. Setelah album ini gagal di pasaran, Genesis merasa dimanfaatkan oleh King dan berusaha untuk melepaskan diri dari kontrak dengan dalih bahwa mereka sudah bubar.
Setelah itu mereka tetap bermain musik di berbagai kesempatan sampai suatu hari ditemukan oleh perusahaan rekaman Charisma Records. Pada saat ini mereka mulai dikenal lewat lagu-lagunya yang bernuansa gelap. Pada tahun 1970, setelah mereka merilis Trespass, Anthony 'Ant' Phillips meninggalkan Genesis karena ketidakcocokan dalam arah musik yang dituju. Bagi Banks dan Rutherford, hal ini dirasa sangat traumatis dan mereka hampir membubarkan diri. Namun pada akhirnya mereka memutuskan diri untuk mencari pengganti Ant dan sekaligus memecat drummer John Mayhew. Pada saat inilah gitaris Steve Hackett dan drummer Phil Collins bergabung setelah membaca iklan baris di majalah Melody Maker. Album pertama Genesis dengan formasi klasik ini diberi judul Nursery Cryme dan dirilis pada tahun 1971.
Album selanjutnya Foxtrot (1972) membuat Genesis semakin terkenal; bukan saja lewat lagu "Supper's Ready" yang berdurasi 23 menit dan "Watcher of the Skies" yang terinspirasi oleh penulis fiksi ilmiah Arthur C. Clarke, pertunjukan konser merekapun semakin teatrikal, terutama Peter Gabriel yang di atas panggung kerap berganti kostum dan memperkenalkan setiap lagu dengan cerita-cerita sureal.
Selling England by the Pound adalah rekaman mereka selanjutnya dari tahun 1973. Judul album ini diambil dari salah satu komentar partai Buruh di Britania Raya saat itu bahwa partai Tory "sedang menjual Inggris secara kiloan" (walaupun mungkin lebih tepat dikatakan pound-an karena pound adalah satuan berat di Inggris saat itu). Selain itu ini juga adalah permainan kata karena mata uang Inggris adalah Pound sterling atau disingkat "Pound". Tema album ini sarat dengan kritik politik dan masyarakat saat itu, mulai dari kalimat pertama dari album ini "Can you tell me where my country lies..."
Pada saat ini, Steve Hackett dikenal sebagai salah satu gitaris pertama yang menggunakan teknik tapping (walaupun banyak orang mengatakan teknik ini ditemukan oleh Eddie Van Halen). Terutama hal ini dapat didengar dalam lagu-lagu "The Return of the Giant Hogweed", "Supper's Ready" dan "Dancing with the Moonlit Knight".
Album selanjutnya adalah album konsep berjudul The Lamb Lies Down on Broadway (1974). Terdiri dari dua keping, album ini menceritakan mengenai pengalaman seorang imigran dari Puerto Rico bernama Rael di Amerika. Walaupun sukses besar masih mengiringi Genesis, Peter Gabriel makin merasa terasing dari anggota band lainnya selama pembuatan album ini. Sebagian besar dari musik dalam album ini ditulis oleh personel Genesis lainnya, sementara Gabriel menulis liriknya secara terpisah. Faktor-faktor lain seperti pernikahannya dan kelahiran anaknya yang pertama kemudian membuatnya memutuskan untuk hengkang dari band ini dan bersolo karir. Gabriel kemudian melukiskan pengalamannya keluar dari Genesis dalam lagu "Solsbury Hill" dalam album solo pertamanya.
Formasi empat orang
Setelah mempertimbangkan beberapa penyanyi, mereka akhirnya mengambil keputusan untuk tidak merekrut anggota baru, melainkan Phil Collins akan mengambil alih tugas sebagai vokalis utama selain tetap bermain drum. Walaupun pada awalnya diragukan banyak pihak, Collins terbukti seorang penyanyi handal dan suaranya juga mirip dengan Gabriel (setidaknya pada awalnya). Genesis membuktikan diri bahwa mereka lebih dari sekedar band latar untuk vokalis mereka lewat album-album A Trick of the Tail dan Wind & Wuthering. Untuk pertujukan live mereka menggunakan drummer dari luar band agar Collins dapat berkonsentrasi pada bidang tarik suara. Bill Bruford yang baru saja keluar dari King Crimson sempat mengiringi mereka pada tahun 1976, dan setelah itu ia digantikan oleh Chester Thompson, drummer veteran mantan anggota Weather Report dan Frank Zappa.
And Then There Were Three
Steve Hackett meninggalkan Genesis pada 1977, dan Mike Rutherford mengambil alih posisi gitaris dan Genesis menjadi trio. Hal ini tercermin dari judul album mereka dari tahun 1978, ...And Then There Were Three. Mulai album ini terasa perubahan dalam arah musik Genesis, menjauh dari lagu-lagu epik berdurasi 10-menit atau lebih, ke lagu-lagu bernuansa pop yang banyak diputar di radio. Album ini menghasilkan hit mereka yang pertama di Amerika, "Follow You Follow Me". Album selanjutnya Duke meraih status platinum dan menelurkan dua hit besar "Turn It On Again" dan "Misunderstanding". Perjalanan Genesis di tahun 80-an menjadi band pop menjadi makin mantap, walaupun banyak penggemar dari jaman Peter Gabriel merasa terasing. Setiap album yang mereka luncurkan semakin komersil dan mereka mendapat banyak penggemar baru. Pada akhir 80-an dan awal 90-an, Genesis mengadakan konser di stadion-stadion besar secara teratur. Di bulan Juli 1987 mereka menjadi band pertama yang bermain 4 malam berturut-turut di Wembley Stadium.
Pertunjukan konser mereka didukung oleh komitmen pada teknologi terbaru. Genesis adalah band pertama yang menggunakan Vari*Lites, layar Jumbotron dan sistem suara Prism, dan semua hal ini sekarang telah menjadi hal yang standar untuk konser-konser rock besar.
Sementara itu, Collins juga menjadi bintang sebagai artis solo, dengan album-albumnya sendiri, karir sebagai aktor (termasuk pemunculan di serial televisi Miami Vice), dan menjadi drummer tamu untuk konser-konser Robert Plant dan Eric Clapton. Kesuksesan Collins sebagai artis solo bisa jadi telah mempengaruhi kesuksesan dan arah musik Genesis. Ketika ia juga cabut dari band ini di tahun 1996, banyak orang meramalkan ini adalah akhir untuk Genesis.
] Setelah kepergian Collins
Rutherford dan Banks memutuskan untuk jalan terus dan mengganti Collins dengan penyanyi mantan band Stiltskin, Ray Wilson. Ia bukan satu-satunya yang dipertimbangkan untuk posisi itu. Menurut rumor, Paul Carrack dan Paul Young, vokalis grup solo Rutherford Mike & The Mechanics juga disebut-sebut. Nama-nama lainnya termasuk Fish, mantan penyanyi Marillion, Sting dari The Police dan Peter Gabriel yang diharapkan banyak penggemar prog untuk kembali. Namun menurut produser Nick Davis, satu-satunya kandidat yang dipertimbangkan secara serius adalah David Langdon, yang belum pernah menjadi vokalis di suatu band sebelumnya. Karena itulah Wilson dipilih. Album Calling All Stations terjual laris di Eropa namun gagal di Amerika, di mana hip-hop, alternative rock, dan teen pop sedang merajalela dan menggantikan classic rock di peringkat lagu. Genesis membatalkan rencana tur di Amerika karena penjualan yang sedikit.
Genesis telah praktis bubar saat ini, tapi anggota-anggotanya (termasuk Phillips dan Hackett, tapi tak termasuk Gabriel) masih berhubungan dengan teratur, dan belum pernah menolak kemungkinan reuni. Tony Banks melukiskan Genesis sebagai "sedang istirahat" dan Collins (yang mulai kehilangan pendengaran di satu telinga) pernah menyatakan harapan bahwa formasi klasik Genesis akan bermain musik bersama lagi suatu saat. Untuk saat ini sebuah band asal Montreal The Musical Box memberikan perasaan berada di konser Genesis di tahun 70-an dengan konser-konser mereka yang didesain semirip mungkin dengan aslinya, termasuk panggung, pakaian dan lagu-lagu yang dimainkan. Formasi klasik Genesis merekam satu versi baru dari "Carpet Crawlers" (walaupun tidak bersama-sama dalam satu studio melainkan di-mix dari berbagai sesi rekaman) untuk album kumpulan hits pada 1999. Hampir semua anggota dari formasi awal juga terlibat dalam persiapan dua kompilasi "arsip". Penerbitan ulang sebagian besar dari album studio Genesis dalam format SACD diumumkan pada tahun 2004.


ReviewReviewReviewROSANNAMar 19, '08 4:06 AM
for everyone
Category:Music
Genre: Rock
Artist:TOTO
Toto adalah kelompok musisi studio asal Los Angeles yang dibentuk tahun 1976
dan sukses secara komersial di tahun 1980-an. Anggota Toto dikenal sebagai musisi serba bisa untuk berbagai irama musik, seperti pop, rock, funk, progressive
rock, dan jazz.

Anggota sekarang
• Bobby Kimball: vokal (1976-1984; 1999-sekarang)
• Steve Lukather: gitar, vokal, kibor (1976-sekarang)
• David Paich: kibor dan vokal (1976-sekarang)
• Greg Phillinganes: kibor dan vokal (2005-sekarang)
• Simon Phillips: drum set dan perkusi (1992-sekarang)
• Mike Porcaro: bass (1982-sekarang)

Anggota sebelumnya
• David Hungate: bass, gitar (1976-1982)
• Fergie Frederiksen: vokal (1984-1985)
• Steve Porcaro: kibor dan vokal (1976-1987)*
• Joseph Williams: vokal (1986-1989)*
• Jean-Michel Byron: vokal (1989-1990)
• Jeff Porcaro: drum set (1976-1992), tutup usia di tahun 1992
* Kadang-kadang masih tampil sebagai bintang tamu

Biografi

Toto adalah kumpulan dari enam musisi studio di tahun 1970-an. Sebelum kelompok ini dibentuk pada tahun 1977, anggota Toto semuanya sudah sering dipakai sebagai musisi pengiring bagi Steely Dan, Seals and Crofts, Boz Scaggs, Sonny and Cher, dan beberapa pemusik terkenal lain. Pemain kibor David Paich menjadi terkenal setelah bekerja sama dengan Boz Scaggs dalam album Silk Degrees. David Paich sering bermain bersama pemain drum Jeff Porcaro sehingga keduanya mulai berniat membentuk band sendiri. David Hungate yang selama tur bermain bas untuk Boz Scaggs juga ikut bergabung. Setelah itu, David dan Jeff meminta gitaris Steve Lukather, pemain kibor Steve Porcaro (kakaknya Jeff Porcaro), dan vokalis Bobby Kimball untuk ikut bermain bersama. Di tahun 1977, mereka berenam mulai mengerjakan album perdana mereka.
Asal nama Toto

Setelah lagu-lagu selesai ditulis, mereka masuk studio rekaman untuk mengerjakan pita demo. Jeff Porcaro menulis kata "Toto" pada pita demo musik mereka agar tidak tertukar dengan pita demo dari grup musik lain. Jeff teringat pada kata "Toto" karena baru saja menonton film The Wizard of Oz. Setelah rekaman album selesai, mereka belum tahu bagaimana harus menyebut nama grup musik dan album perdana mereka. David Hungate melihat tulisan "Toto" pada pita demo, dan menerangkan pada rekan-rekannya bahwa kata "Toto" dalam bahasa Latin berarti "semua" atau "lengkap". Mereka akhirnya memutuskan untuk menyebut grup musik yang baru mereka bentuk sebagai Toto. Alasannya, semua anggotanya percaya diri bisa memainkan semua jenis musik dan bisa mengiringi segala macam rekaman.[1] Album perdana mereka, Toto melesat di tangga album berkat lagu-lagu seperti "Hold the Line" ,"Georgy Porgy", dan "I'll Supply The Love". Grup Toto langsung masuk nominasi sebagai penerima penghargaan Grammy sebagai "Artis Pendatang Baru Terbaik," sekaligus melejitkan karier keenam orang musisi studio yang sebelumnya nyaris tidak dikenal orang.

Era album Hydra dan Turn Back

Walaupun sudah bergabung sebagai Toto, mereka berenam tetap sibuk dengan pekerjaan masing-masing sebagai musisi studio. Di waktu luang sewaktu tidak ada jadwal rekaman, mereka baru bisa rekaman untuk Toto dan menyelesaikan rekaman album kedua berjudul Hydra di tahun 1979. Album ini menghasilkan singel hit "99" yang diilhami film THX 1138 karya George Lucas yang bercerita tentang manusia yang diberi nomor. Album Hydra ternyata tidak sesukses album pertama mereka. Setelah merilis album Hydra dan di tengah-tengah kesibukan sebagai musisi studio, Toto merekam lagi album ketiga yang diberi judul Turn Back . Album ini dirilis tahun 1981 dan ternyata kurang laku. Album Turn Back tidak satu pun menghasilkan singel hit dan Toto tidak melakukan tur promosi untuk album ini.

Toto IV

Awal kesuksesan Toto dimulai tahun 1982. Setelah gagal dengan album Turn Back, kelangsungan hidup grup Toto dipertaruhkan dengan album ke-4 yang diberi nama Toto IV. Album ini ternyata menerima banyak pujian dari kritikus musik sekaligus disukai penggemar musik hingga menjadi salah satu rekaman paling sukses di tahun 1980-an. Lagu "Africa" dan "Rosanna" berhasil menjadi hit, dan menduduki tangga lagu di banyak negara di dunia pada bulan Februari 1983. Album Toto IV menerima 6 buah penghargaan Grammy di antaranya untuk kategori: "Rekaman Terbaik" (lagu "Rosanna"), "Album Terbaik" (Toto IV), dan "Produser Terbaik" untuk band Toto.

Fergie Frederiksen dan album Isolation

Setelah sukses dengan album Toto IV, pemain bas David Hungate mengundurkan diri karena ingin lebih punya banyak waktu dengan keluarga. David Hungate digantikan Mike Porcaro yang tampil di semua klip video album Toto IV. Setelah melakukan tur Toto IV, vokalis Bobby Kimball mengundurkan diri dan diganti Fergie Frederiksen. Bersama vokalis baru, Toto merekam album Isolation yang diedarkan bulan November 1984. Sebelum meninggalkan Toto, Bobby Kimball masih sempat merekam beberapa bagian dari lagu-lagu album Isolation, tapi keterlibatan Bobby Kimball dalam pengerjaan album ini tidak begitu jelas. David Paich mengatakan Bobby Kimball hanya membawakan lagu ke-3, Steve Lukather mengatakan ada 2 lagu, sedangkan Bobby Kimball sendiri mengaku bernyanyi pada hampir semua lagu di album Isolation. Album ini sukses secara komersial walaupun tidak sebesar album Toto IV.

Joseph Williams, album Fahrenheit, dan The Seventh One

Di akhir tur album Isolation, vokalis Fergie Frederiksen berhenti dan digantikan Joseph Williams, putra komposer film ternama John Williams. Toto bersama vokalis baru mengerjakan album berikutnya yang diberi nama Fahrenheit. Album ini beredar bulan Oktober 1986 dan menghasilkan lagu hit "I'll Be Over You" dan Fahrenheit. Warna kedua lagu ini lebih lembut dari karya Toto sebelumnya, apalagi ditambah dengan permainan Miles Davis. Setelah itu, album Isolation dipromosikan dengan tur keliling dunia. Setelah pertunjukan keliling berakhir di tahun 1987, Steve Porcaro minta berhenti untuk mengejar karier di bidang musik untuk film dan televisi.

Setelah Steve Porcaro keluar, Toto tinggal berlima. David Paich mengambil alih semua permainan kibor yang dulunya dilakukan bersama Steve Porcaro. Album ke-7 mereka, The Seventh One melahirkan banyak lagu hit, termasuk di antaranya "Home of the Brave", "Pamela", dan "Stop Loving You". Album ini menjadi album Toto paling populer setelah Toto IV. Sewaktu diwawancara pada bulan Agustus 2006, David Paich mengatakan album The Seventh One sangat laku dan merupakan rekaman yang menandai kembalinya mereka dalam dunia musik. Di saat yang bersamaan, perusahaan rekaman tempat mereka bernaung berganti pimpinan dan semua promosi untuk album ini dihentikan secara tiba-tiba. Walaupun demikian, tur album The Seventh One berakhir dengan sukses besar, sekaligus membuka jalan bagi Toto untuk bermain di banyak negara di dunia.
Vokalis baru dan album Past To Present

Setelah tur berjudul Seventh One, giliran vokalis utama Joseph Williams yang minta berhenti. Pada tahun 1989, Toto ingin merekam beberapa lagu baru untuk album kompilasi lagu-lagu hit dan ingin Bobby Kimball kembali bergabung. Usaha mereka untuk mendapatkan kembali Bobby Kimball ternyata tidak direstui perusahaan rekaman. Sebagai gantinya, Toto mendapat vokalis baru bernama Jean-Michel Byron. Bersama Byron, Toto merekam 4 lagu baru yang dimasukkan ke dalam album berisi lagu-lagu hit mereka, Past To Present. Album ini dirilis tahun 1990 dan diikuti tur berjudul "Planet Earth Tour". Sewaktu tur baru saja dimulai, sang vokalis baru ternyata kurang cocok dengan Toto dan diminta untuk mundur.

Kepergian tiba-tiba Jeff Porcaro
Gitaris Steve Lukather mengambil alih peran vokalis karena Toto kembali tidak memiliki vokalis utama. Dengan Steve Lukather pada vokal, Toto sempat merekam album Kingdom of Desire. Sebelum rekaman ini dirilis, tragedi menimpa Jeff Porcaro yang harus pergi untuk selama-lamanya karena reaksi alergi akibat pestisida dari kebunnya. Toto hampir pecah karena harus melakukan promosi album Kingdom of Desire tanpa pemain drum. Keluarga Porcaro akhirnya malah meminta agar Toto diteruskan walaupun tanpa Jeff. Simon Phillips terpilih sebagai pemain drum yang baru dan pertunjukan keliling Toto bisa dimulai. Tur ini dipersembahkan Toto untuk mengenang Jeff Porcaro dan direkam sebagai album live Absolutely Live yang dirilis tahun 1993.
Di penghujung tur Absolutely Live, Toto mengadakan pertunjukan yang diberi nama Tribute to Jeff Porcaro Concert di Los Angeles. Pertunjukan ini menampilkan Toto bersama musisi terkenal seperti Don Henley, Eddie Van Halen, Donald Fagan, Walter Becker, Boz Scaggs, James Newton Howard, dan bintang tamu George Harrison. Setelah tur berakhir, grup Toto beristirahat dan anggotanya sibuk dengan proyek masing-masing.

Pada tahun 1995, Toto bergabung kembali dan merekam album Tambu. Album ini menghasilkan lagu hit "I Will Remember" dan diikuti tur keliling yang berakhir tahun 1996.
Ulang tahun ke-20 dan kembalinya Bobby Kimball
Di tahun 1997, David Paich dan Steve Lukather mulai mencari-cari lagu Toto yang belum dirilis dari berbagai rekaman dan pita demo lama milik mereka. Lagu tersebut ingin dimasukkan ke dalam album peringatan ulang tahun Toto yang ke-20. Di tahun berikutnya (1998), Toto mengeluarkan album Toto XX. Album ini berisi lagu-lagu mereka yang belum pernah dirilis dari awal berdirinya Toto. Pertunjukan keliling secara kecil-kecilan dilakukan untuk mempromosikan album ini, dan Toto berhasil mendapatkan kembali Bobby Kimball, Steve Porcaro, dan Joseph Williams. Mereka bertiga bersedia bergabung selama pertunjukan keliling berlangsung. Setelah absen dari Toto selama 15 tahun, Bobby Kimball kembali bergabung sebagai vokalis utama. Album mereka yang berikutnya dengan vokalis Bobby Kimball diberi judul Mindfields. Album ini dirilis tahun 1999, dan diikuti pertunjukan keliling Reunion Tour yang berlangsung hingga tahun 2000. Pertunjukan ini menghasilkan album live berjudul Livefields yang dirilis akhir tahun 1999.
Ulang tahun Toto ke-25
Pada tahun 2002, Toto merilis album Through the Looking Glass untuk memperingati 25 tahun berdirinya Toto. Di album ini, Toto membawakan lagu-lagu yang dulunya pernah dibawakan musisi legendaris yang berpengaruh pada warna musik Toto, misalnya The Beatles, Bob Marley, Cream, dan Animals. Setelah album ini dirilis, Toto mengadakan tur dan rekaman pertunjukannya menjadi album live dan album DVD berjudul Live in Amsterdam.
David Paich pensiun

Mulai awal tahun 2003, David Paich mengambil cuti dari pertunjukan keliling untuk mengurus anggota keluarganya yang sakit. Pemain kibor veteran Greg Phillinganes mengisi posisi yang ditinggalkan David Paich agar tur bisa terus berlanjut. Pada akhirnya, Greg diminta untuk bergabung sebagai anggota tetap sedangkan David Paich mengundurkan diri dari pertunjukan keliling Toto. Namun keterlibatan David Paich dengan Toto tidak serta merta berakhir. David Paich masih terus aktif dalam rekaman album Toto, menulis aransemen untuk pertunjukan keliling, dan terus tampil sebagai bintang tamu kalau pertunjukan kebetulan diadakan dekat dengan rumahnya di LA.

Album Falling In Between

Di awal tahun 2006, Toto mengeluarkan album Falling In Between yang semuanya berisi lagu-lagu baru. Terakhir kali Toto merilis album berisi lagu-lagu baru adalah di tahun 1999. Album ini melahirkan singel "Bottom of Your Soul" yang sukses di berbagai anak tangga lagu Eropa. Setelah album ini dirilis, Toto kembali melakukan pertunjukan keliling dunia secara besar-besaran. Pada pertunjukan keliling tahap kedua, pemain bas Leland Sklar untuk sementara menggantikan peran Mike Porcaro pada bas.

Trivia
• Steve Lukather adalah anggota paling awet yang selalu ada dalam setiap pertunjukan keliling.
• Nama grup musik ini sama dengan merek keramik saniter produksi bernama Toto.
• Salah satu penyanyi yang ikut bernyanyi dalam lagu I'll Be Over You adalah Michael McDonald.
• Salah satu penyanyi yang ikut bernyanyi dalam Stop Loving You adalah Jon Anderson dari Yes
• Patrick Swayze sewaktu masih muda tampil sebagai penari latar dalam musik video "Rosanna".
• Lagu Rosanna ditulis Steve Porcaro untuk aktris Rosanna Arquette.

Let’s Sing

ROSANNA

ll I wanna do when I wake up in the morning is see you eyes
Rosanna, Rosanna
I never thought that a girl like you could ever care for me, Rosanna
All I wanna do in the middle of the evening is hold you tight
Rosanna, Rosanna
I didn’t know you were looking for more than I could ever be


Chorus:
Not quite a year since she went away, Rosanna yeah
Now she’s gone and I have to say
Meet you all the way, meet you all the way, Rosanna yeah
Meet you all the way, meet you all the way, Rosanna yeah


I can see your face still shining through the window on the other side
Rosanna, Rosanna
I didn’t know that a girl like you could make me feel so sad, Rosanna


All I wanna take is a night you’ll never ever have to compromise
Rosanna, Rosanna
I never thought that losing you could ever hurt so bad


Not quite a year since she went away, Rosanna yeah
Now she’s gone and I have to say
Meet you all the way, meet you all the way, Rosanna yeah
Meet you all the way, meet you all the way, Rosanna yeah


Not quite a year since she went away, Rosanna yeah
Now she’s gone and I have to say
Meet you all the way, meet you all the way, Rosanna yeah
Meet you all the way, meet you all the way, Rosanna yeah

Meet you all the way, meet you all the way, Rosanna yeah
Meet you all the way, meet you all the way, Rosanna yeah

www.radiostarfm.com



ReviewReviewReviewBridge Over Troubled WaterMar 19, '08 3:31 AM
for everyone
Category:Music
Genre: Folk
Artist:Simon and Garfunkel
Simon and Garfunkel adalah duo penyanyi lagu pop asal Amerika Serikat yang terdiri dari Paul Simon dan Arthur "Art" Garfunkel. Duo penyanyi ini terkenal dengan harmoni musik yang cantik, tapi keduanya dikenal sering tidak akur.
Di tahun 1953 ketika masih di sekolah dasar, keduanya tampil bersama untuk yang pertama kali dalam panggung sekolah yang mementaskan cerita Elisa di Negeri Ajaib. Simon berperan sebagai Kelinci Putih dan Garfunkel sebagai Kucing Cheshire.
Di tahun 1957, keduanya membentuk kelompok bernama Tom and Jerry. Kelompok ini sempat sukses dengan lagu "Hey Schoolgirl" yang berhasil menjadi hit kecil-kecilan. Duo Simon dan Garfunkel baru menjadi populer di tahun 1965 berkat singel "The Sound of Silence" yang menjadi hit setelah dijadikan lagu latar untuk film The Graduate. Film ini begitu sukses sehingga ikut mengangkat kepopuleran Simon & Garfunkel.
Album terakhir mereka Bridge Over Troubled Water sempat beberapa kali tertunda sebelum dirilis akibat pertengkaran di antara keduanya dalam soal selera artistik.
Simon & Garfunkel merupakan salah satu artis rekaman paling populer di tahun 1960-an dan dikenal dengan lagu "The Sound of Silence," "Mrs. Robinson," dan "Bridge over Troubled Water." Duo ini memenangkan beberapa Penghargaan Grammy, masuk ke dalam Rock and Roll Hall of Fame, serta pada tahun 2007, nama mereka diabadikan di Long Island Music Hall of Fame.
Simon & Garfunkel bubar tahun 1970, tapi sempat melakukan pertunjukan reuni beberapa kali. Salah satu pertunjukan mereka yang terkenal, The Concert in Central Park berlangsung tahun 1981 di kota New York City, dan dihadiri setengah juta orang.

Bridge Over Troubled Water

When youre weary, feeling small,
When tears are in your eyes, I will dry them all;
Im on your side. when times get rough
And friends just cant be found,
Like a bridge over troubled water
I will lay me down.
Like a bridge over troubled water
I will lay me down.

When youre down and out,
When youre on the street,
When evening falls so hard
I will comfort you.
Ill take your part.
When darkness comes
And pains is all around,
Like a bridge over troubled water
I will lay me down.
Like a bridge over troubled water
I will lay me down.

Sail on silvergirl,
Sail on by.
Your time has come to shine.
All your dreams are on their way.
See how they shine.
If you need a friend
Im sailing right behind.
Like a bridge over troubled water
I will ease your mind.
Like a bridge over troubled water
I will ease your mind.

www.radiostarfm.com



ReviewReviewReviewYOU'VE GOT A FRIENDMar 19, '08 3:15 AM
for everyone
Category:Music
Genre: Broadway & Vocalists
Artist:JAMES TAYLOR
James Vernon Taylor (lahir 12 Maret 1948) adalah seorang penyanyi-pencipta lagu dan gitaris Amerika, yang lahir di Belmont, Massachusetts.
Karier Taylor dimulai pada pertengahan 1960-an, tetapi baru pada awal tahun 1970-an ia menemukan pendengarnya, setelah ia menyanyikan lagu-lagu akustik yang sensitif dan lembut. Taylor adalah bagian dari gelombang penyanyi-pengarang lagu pada masa itu yang juga mencakup Tom Rush, Carole King, Joni Mitchell, John Denver, Elton John, Jackson Browne serta Carly Simon, yang belakangan dinikahi Taylor.
Albumnya Greatest Hits (1976) dinyatakan sebagai album intan permata dan laku lebih dari 11 juta piringan. Ia tetap memiliki banyak penggemar hingga tahun 1990-an dan 2000-an, ketika sebagian dari album-albumnya yang paling laris dan paling banyak memperoleh penghargaan diedarkan.
Taylor dibesarkan di Chapel Hill, North Carolina. Di sana ayahnya, Dr. Isaac M. Taylor, menjabat sebagai dekan dari Sekolah Kedokteran Universitas North Carolina dari 1964 hingga 1971. Keluarganya biasa berlibur musim panas di Martha's Vineyard.
Keempat saudara Taylor, Alex, Livingston, Hugh, dan Kate, juga adalah musikus yang pernah merekam album-albumnya sendiri. (Livingston masih aktif sebagai musikus; Kate aktif pada 1970-an tetapi tidak merekam labum lagi hingga 2003; Hugh membuka sebuah rumah penginapan dengan istrinya; Alex meninggal pada 1993.) Anak-anak Taylor dengan Carly Simon, yang bernama Ben dan Sally, juga telah mengembangkan karier musiknya sendiri. Ayahnya belakangan menikah kembali dan mempunyai dua orang anak lagi, Julia dan Theo.
Taylor mulanya belajar bermain cello di masa kecilnya di Chapel Hill, North Carolina, kemudian beralih ke gitar pada 1960. Gaya bermain gitarnya berkembang dari mendengarkan lagu-lagu gereja dan Woody Guthrie. Sementara belajar di Akademi Milton, sebuah sekolah persiapan ke perguruan tinggi di Massachusetts, Taylor bertemu dengan Danny Kortchmar di Martha's Vineyard, dan keduanya mulai bermain lagu rakyat bersama-sama. Setelah putus sekolah, ia membentuk sebuah band dengan saudaranya, Alex. Belakangan, ia dimasukkan ke sebuah rumah sakit psikiatris karena mengalami depresi. Ia memperoleh ijazah SMA ketika dirawat di rumah sakit dan kemudian keluar dari situ dan membentuk sebuah band yang dinamainya Flying Machine dengan Kortchmar dan Joel O'Brien. Band ini membuat kontrak dengan Rainy Day Records dan menerbitkan sebuah rekaman tunggal, "Brighten Your Night with My Day" (sisi B: "Night Owl"). Lagu ini tidak sukses.
Ketika tinggal di New York City, Taylor menjadi pecandu heroin. Suatu malam setelah menerima telepon darurat, ayahnya, (Dr. Isaac Taylor) mengemudi ke New York dan 'menyelamatkannya'. Taylor belakangan menulis sebuah lagu yang berjudul "Jump Up Behind Me" yang merupakan penghargaan atas pertolongan ayahnya ketika ia sangat membutuhkannya. Lagu ini juga mencerminkan kenangan Taylor akan perjalanan panjang dengan mobil dari New York kembali ke rumahnya di Chapel Hill.
Pada 1968, Taylor pindah ke London. Ia membuat kontrak dengan Apple Records setelah mengirimkan sebuah rekaman demo kepada Peter Asher (dari Peter & Gordon) dan menerbitkan album debutnya, James Taylor. Meskipun ia mempunyai koneksi dengan The Beatles, dan Paul McCartney serta George Harrison muncul dalam salah satu lagunya, album ini tidak begitu laku, dan kecanduan Taylor semakin menjadi-jadi. Ia kembali ke Amerika Serikat, masuk ke rumah sakit untuk mengatasi masalah kecanduan obat biusnya. Pada 1969 ia cukup sehat untuk mengadakan pertunjukan hidup dan melakukan pertunjukan tetap enam malam di Troubadour Club di Los Angeles. Pada 20 Juli 1969 ia mengadakan pertunjukan di Newport Folk Festival. Tak lama setelah itu, kedua tangannya patah dalam sebuah kecelakaan sepeda motor di Martha's Vineyard dan terpaksa berhenti bermain selama beberapa bulan.
Sukses 1970-an
Setelah sembuh, Taylor menandatangani kontrak dengan Warner Bros. Records dan pindah ke California, sambil mempertahankan Asher sebagai manajer dan produsen rekamannya. Albumnya yang kedua, Sweet Baby James, mengalami sukses besar, didukung oleh lagu tunggal "Fire dan Rain", sebuah lagu tentang pengalamannya di sebuah rumah sakit jiwa dan bunuh diri temannya. Sukses lagu tunggalnya dan albumnya ini membuat orang tertarik akan album pertama Taylor, James Taylor. Akibatnya, album dan lagu tunggalnya, "Carolina In My Mind", kembali menduduki tangga lagu-lagu.
Taylor bekerja sama dengan Dennis Wilson dari The Beach Boys dalam sebuah film, Two-Lane Blacktop, tetapi saat itu tidak berhasil. Pada 1971 albumnya Mud Slide Slim and the Blue Horizon yang sukses pula, beredar. Ia memperoleh Penghargaan Grammy untuk versi lagu Carole King yang dibawakannya "You've Got a Friend".
Pada 1972, Taylor kembali dengan One Man Dog dan menikahi rekan penyanyi dan pencipta lagunya, Carly Simon pada 3 November. Albumnya yang berikut, Walking Man (1974), mengecewakan, namun yang berikutnya, Gorilla, mencetak sukses sebagian karena lagu tunggalnya atas lagu Marvin Gaye "How Sweet It Is (To Be Loved by You)". Lagu ini diikuti oleh In the Pocket pada 1976 dan kemudian album lagu-lagu terpopulernya yang mencakup beberapa rekaman ulang dari bahan-bahan di masa Apple Records. Album ini mengalami sukses besar dan hingga kini menjadi album Taylor yang paling laris.
Istri Taylor, Carly Simon, tidak bahagia karena ia seringkali lama tidak ada di rumah karena tur-turnya. Setelah memberikan ultimatum agar ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan anak-anak mereka, Ben dan Sally, Taylor dan Simon bercerai pada 1983.
Taylor menandatangani kontrak dengan Columbia Records dan menerbitkan JT pada 1977. Ia memperoleh Penampilan Vokal Pop Pria Terbaik untuk versinya untuk lagu "Handy Man". Sejak itu, lagu yang bernada jazz "Traffic Jam" dari album ini telah menjadi tema favorit laporan lalu-lintas radio pada jam-jam sibuk.
Penghargaan Grammy untuk Penampilan Vokal Pop Pria Terbaik| Penampilan Vokal Pop Terbaik, Pria]],
Setelah bekerja sama dengan Art Garfunkel dan bekerja sebentar untuk Broadway, Taylor mengambil cuti selama dua tahun, lalu muncul kembali pada 1979 dengan album lain yang juga sukses, Flag menampilkan lagu "Up On The Roof" dari Top 40 Gerry Goffin dan Carole King. Taylor juga tampil dalam konser No Nukes di Madison Square Garden dan muncul dalam album dan film dari konser ini.
1980-an dan 1990-an
Pada awal 1980-an karier Taylor kembali diusik oleh masalah-masalah kecanduan obat biusnya yang berlanjut, perceraiannya dengan Simon, dan tekanan-tekanan dari bisnis musik. Malah, dalam berbagai wawancara ia dikutip bahwa ia merencanakan untuk mengundurkan diri setelah memenuhi kewajiban kontraknya yang terakhir, Rock In Rio pada 1985. Ia dijadwalkan untuk muncul pada malam yang sama bersama Ozzy Osbourne. Ia menduga bahwa para penonton akan memusuhinya, namun ia terkejut karena para penonton yang berjumlah 250.000 orang ternyata menyambutnya dengan hangat. Terdorong oleh sambutan ini, ia memutuskan untuk mengendalikan kembali kehidupan dan kariernya.
Lagu "Only a Dream in Rio" ditulisnya untuk menghargai malam itu, dengan kata-kata seperti "I was there that very day and my heart came back alive" (“Aku ada di sana hari itu juga dan hatiku kembali hidup”). Album, That's Why I'm Here, yang memuat lagu itu, memulai serangkaian rekaman studio yang, meskipun muncul cukup lama setelah rekaman-rekamannya yang terdahulu, memperlihatkan tingkat kualitas yang lebih konsisten dan lebih sedikit nyanyian orang lain.
Pada 1988 ia menerbitkan Never Die Young. Ia mulai mengadakan tur secara teratur dan khususnya ia populer di kalangan lama Amerika Serikat. Konser-konsernya, yang masih berlangsung hingga sekarang, menampilklan lagu-lagu dari sepanjang kariernya dan ditandai oleh kecakapan musik bandnya serta para penyanyi latarnya. Albumnya yang muncul pada 1993 dengan edisi dua piringan (LIVE), menangkap hal ini dengan baik. this well with a highlight being Arnold McCuller's descants in the codas of "Shower the People" dan "I Will Follow".
Dua album Taylor yang berisi bahan-bahan orisinal dari tahun 1990-an mengalami sukses. Albumnya yang ke-13, New Moon Shine, memperoleh piringan platina pada 1991 dan ia memperoleh Album Vokal Terbaik pada 1998 untuk Hourglass.
2000-an
Pada 2001 Taylor untuk ketiga kalinya menikah, kali ini dengan Caroline ("Kim") Smedvig, seorang lulusan Smith College yang menjabat sebagai Direktur Hubungan Masyarakat dan Pemasaran untuk Orkestra Simfoni Boston. Sebagian dari hubungan ini berkembang menjadi album October Road dengan lagu "On the 4th of July". Pasangan ini mempunyai sepasang kembar, Rufus dan Henry, yang lahir pada 2001 lewat rahim sewaan melalui program bayi tabung.
Diapit oleh dua lagu ‘’hit’’ terbesarnya, October Road muncul pada 2002 dan memperoleh sambutan hangat. Album ini menampilkan sejumlah lagu instrumental yang tenang featured a number of quiet instrumental accompaniments dan passages. Album ini muncul dalam dua versi, sebuah versi piringan tunggal dan sebuah "edisi terbatas" dengan dua piringan yang memuat tiga lagu tambahan termasuk sebuah duet dengan Mark Knopfler, "Sailing to Philadelphia", yang juga muncul dalam album Knopfer Sailing to Philadelphia. Pada tahun 2002 pula, Taylor bergabung dengan musikus bluegrass Alison Krauss dalam menyanyikan "The Boxer" dalam acara penghormatan kepada Paul Simon di Kennedy Center Honors. Mereka belakangan membuat rekaman duet lagu dari Louvin Brothers, "How's the World Treating You?"
Pada 2004, setelah kontraknya dengan Columbia/Sony tidak diperbarui, ia menerbitkan James Taylor: A Christmas Album yang diedarkan melalui Hallmark Cards.
Taylor selalu tampak aktif dalam perjuangan untuk lingkungan hidup dan isu-isu progressive lainnya. Pada Oktober 2004 Taylor bergabung dalam tur "Vote for Change" dan mengadakan serangkaian konser di sejumlah negara bagian di Amerika Serikat yang suaranya masih berubah-ubah. Konser-konser ini diorganisir oleh MoveOn.org dengan tujuan umum untuk memobilisasi masyarakat untuk memberikan suaranya kepada John Kerry dan menentang George W. Bush dalam kampanye presiden tahun itu. Taylor tampil bersama-sama dengan Dixie Chicks.
Pada Desember 2004, Taylor tampil sebagai dirinya sendiri dalam sebuah episode dari The West Wing yang berjudul "A Change Is Gonna Come". Ia membawakan lagu klasik Sam Cooke, "A Change Is Gonna Come" pada suatu acara untuk menghormati seorang artis yang diperankan oleh istri Taylor, Caroline. Nyanyian Taylor ini kemudian diedarkan lewat Internet.
Pada 2006, Taylor membawakan lagu Randy Newman "Our Town" untuk film animasi Disney Cars. Lagu ini dicalonkan untuk Academy Award 2007 untuk Lagu Asli terbaik.
Pada hari Tahun Baru, 2007, Taylor menjadi bintang utama dalam konser di Times Union Center di Albany, New York, untuk menghormati pelantikan Gubernur New York, Eliot Spitzer.

You've Got A Friend
When youre down and troubled
And you need a helping hand
And nothing, whoa nothing is going right.
Close your eyes and think of me
And soon I will be there
To brighten up even your darkest nights.

You just call out my name,
And you know whereever I am
Ill come running, oh yeah baby
To see you again.
Winter, spring, summer, or fall,
All you have to do is call
And Ill be there, yeah, yeah, yeah.
Youve got a friend.

If the sky above you
Should turn dark and full of clouds
And that old north wind should begin to blow
Keep your head together and call my name out loud
And soon I will be knocking upon your door.
You just call out my name and you know where ever I am
Ill come running to see you again.
Winter, spring, summer or fall
All you got to do is call
And Ill be there, yeah, yeah, yeah.

Hey, aint it good to know that youve got a friend?
People can be so cold.
Theyll hurt you and desert you.
Well theyll take your soul if you let them.
Oh yeah, but dont you let them.

You just call out my name and you know wherever I am
Ill come running to see you again.
Oh babe, dont you know that,
Winter spring summer or fall,
Hey now, all youve got to do is call.
Lord, Ill be there, yes I will.
Youve got a friend.
Youve got a friend.
Aint it good to know youve got a friend.
Aint it good to know youve got a friend.
Youve got a friend.

www.radiostarfm.com


ReviewReviewReviewSABBATH BLOODY SABBATHMar 10, '08 3:55 AM
for everyone
Category:Music
Genre: Classic Rock
Artist:BLACK SABBATH
Musik metal berkembang pesat, beranak-pinak. Tapi banyak yang tak tahu dari mana mereka berakar.

Banyak penjelasan, beragam pula alasan. Jika yang diperhatikan adalah ciri khas sound gitar, yang padat dengan efek distorsi, nama Jimi Hendrix mustahil diabaikan. Tapi, meski menonjol, gitar hanya sebagian saja dari unsur metal. Dari substansi musik, Black Sabbath berada di urutan pertama. Lebih khusus lagi jika yang dilihat adalah dark metal, yang belakangan ini meruyak.

Dilihat dari awal mulanya Black Sabbath mula-mula bernama Polkat Tulk Muncul pertama kali pada 1967, Pada 1970 seolah roh mereka turun dari langit Black Sabbath menyeruak naik ke posisi kedelapan di antara band-band lain yang berhasil menjual laris album mereka. Album pertama band yang waktu itu diperkuat oleh Ozzy Osbourne (vokal) Tony Iommi (gitar) Terry Butler (bas) dan Bill Ward (dram) itu berjudul Black Sabbath Sukses yang lebih baik bahkan mereka capai sebentar kemudian -- pada 1970 juga, Melalui Paranoid (1970) yang disebut-sebut sebagai album klasik metal mereka menduduki urutan pertama Mereka ini punya ciri khas: nada suram sebagaimana yang terkandung dalam Paranoid/ dan aksi panggung yang serba ''hitam''

Ditambah aksi Ozzy yang kelewat brutal, Black Sabbath memperoleh reputasi sebagai pemuja setan. Ini citra yang tak mengenakkan. Tony sadar betul ini. '''Pada 1970-an, tak seorang pun akan menyebut Sabbath, tak ada yang berani mengatakan suka Sabbath -- mengaku suka Sabbath adalah pernyataan buruk,'' katanya.

Secara musik Black Sabbath kini bukan apa-apa dibandingkan dengan sebagian dari band-band yang dipandang sebagai pengikutnya belakangan ini Khususnya secara substansi yakni tempo, kegarangan, dan kebisingannya Band-band metal sekarang, dari berbagai ''aliran'' yang ada misalnya saja thrash, grindcore, dan death metal menurut Troy Stetina di majalah Guitar One bulan Februari 1998 lalu adalah hasil dari pergeseran yang terus-menerus menekan batas ekstrem efek distorsi gitar yang dimulai sejak zaman Cream, Yardbirds, The Who, dan Led Zeppelin pada 1960-an.
Sebetulnya Black Sabbath pada masanya tergolong produktif. Tapi setelah berturut-turut merilis Master of Reality (1971) Volume IV (1972) dan Sabbath Bloody Sabbath (1973) Black Sabbath mulai didera masalah manajemen kontrak dan terutama perbedaan selera musik para personelnya Pada dasarnya Tony menginginkan eksperimen berbalik dengan keinginan Ozzy sementara Terry cenderung mendukung Tony sementara Bill berpihak pada Ozzy Ketegangan di antara mereka sempat menghasilkan karya yang dinilai bagus// Sayang/ sejak Sabotage (1975) perselisihan itu semakin menggerogoti kekuatan mereka

Tahun 77 penampilan Black Sabbath sudah tidak mengandung unsur Ozzy Osbourne lagi karena ia sudah keluar Ozzy begitu termotivasi sama solo albumnya yang secara nyata memang spektakuler utamanya di Amerika Serikat Sepeninggal Ozzy Black sabbath diperkokoh oleh sang maestro lain ada Ronnie James Dio-bekas Ritchie Blackmore’s Rainbow , Dave Walker dan juga bekas vokalis Deep Purple Ian Gillan.
Namun toh keadaan kosong tanpa musnculnya Ozzy tidak berlangsung lama karena Ozzy dan Black Sabbath sempat terbentuk lagi saat Black Sabbath ikut mendukung Live Aid taahun 86 . Meskipun begitu posisi band ini kian terancam dengan kemunculan Iron Maiden Motley Crue dan Accept , Istilahnya Black sabbath jadi tambah usang karena saingan baru yang kian merebak.

Akhirnya, pada 1977, Ozzy keluar -- sempat kembali lagi, tapi keluar lagi. Ia bersolo karir, secara spektakuler dan aneh, dan justru sukses, terutama di Amerika Serikat. Posisinya sempat diisi oleh Dave Walker, Ronnie James Dio (bekas Ritchie Blackmore's Rainbow), dan bahkan Ian Gillan (bekas vokalis Deep Purple).

Formasi dengan Ozzy sempat terbentuk lagi ketika Black Sabbath ikut mendukung konser Live Aid. Pada 1986, untuk menggarap album Seventh Star, Tony merekrut figur-figur lain untuk menggantikan ketiga rekannya. Tony saja terbukti tak cukup kuat buat mempertahankan ciri khas Black Sabbath. Ketika band-band seperti Iron Maiden, Motley Crue, dan Accept muncul, Black Sabbath benar-benar menjadi usang. Album terakhir yang sempat tergarap, dengan formasi yang juga tinggal Tony sebagai satu-satunya pendiri, adalah Forbidden (1995). Tak ada kejutan lain di situ kecuali tampilnya rapper Ice T sebagai vokalis tamu.

Changes
I feel unhappy
I feel so sad
I lost the best friend
That I ever had

She was my woman
I loved her so
But it's too late now
I've let her go

I'm going through changes
I'm going through changes

We shared the eve's
We shared each day
In love together
We found a way

But soon the world
Had its evil way
My heart was blinded
Love went astray

I'm going through changes
I'm going through changes

It took so long
To realize
That I can still hear
Her last goodbyes

Now all my days
Are filled with tears
Wish I could go back
And change these years

I'm going through changes
I'm going through changes


www.radiostarfm.com


ReviewReviewReviewDON'T KNOW WHYMar 7, '08 12:40 AM
for everyone
Category:Music
Genre: Jazz
Artist:NORAH JONES
Penyanyi muda, cantik, dan berbakat ini ikut meramaikan dunia musik dengan albumnya Come Away With Me.
Jones tidak memaksakan bakat musiknya untuk ikut-ikutan terjun ke jalur musik pop. Rupanya dia lebih terinspirasi dengan penyanyi kawakan Billy Holiday.
Saat masih berusia 5 tahun, Norah Jones telah menunjukkan bakat musiknya dengan bergabung sebagai anggota paduan suara gereja di daerahnya.
Jones juga berlatih memainkan piano sejak umur 7 tahun dan saat masih SMP dia sudah mahir memainkan instrumen saksofon.
Jones pertama kali menunjukkan kebolehannya pada hari ulang tahunnya yang ke 16 di sebuah kedai kopi lokal. Saat dia menyanyikan lagu ‘I’ll Be Seeing You’, banyak teman-teman dan penonton yang turut hadir dikedai itu terpukau dengan kemampuan olah vokalnya.
Saat masih di SMU dia berhasil memperoleh berbagai penghargaan untuk kategori Best Jazz Vocalist dan Best Original Composition dari Down Beat Student Music Award.
Selain itu Jones juga aktif tampil di panggung bersama band Laszlo yang memainkan musik black dan jazzy rock. Dengan seringnya dia tampil, ini bisa semakin menambah pengalamannya di dunia musik.

Setelah menyelesaikan sekolah tingkat lanjutan/SMU, Jones melanjutkan pendidikannya di University of North Texas dimana dia mengambil jurusan Jazz Piano sebagai bidang yang ditekuninya.
Jones tetap aktif di dunia musik dan bergabung dengan sebuah grup band kenamaan Wax Poetic, kemudian dia membentuk band sendiri sampai akhirnya dia membuat album rekaman bertajuk Come Away With Me yang dirilis pada bulan Mei 2001 di New York.
Materi musik yang terkandung dalam album Come Away With Me ini dijuluki sebagai musik jazz masa depan yang penuh dengan sentuhan-sentuhan irama folk, pop, country, jazz, blues dan classis soul yang menggambarkan identitas musik Norah Jones.

“ DON’T KNOW WHY “
I waited 'til I saw the sun
I don't know why I didn't come
I left you by the house of fun
I don't know why I didn't come
I don't know why I didn't come

When I saw the break of day
I wished that I could fly away
Instead of kneeling in the sand
Catching teardrops in my hand

My heart is drenched in wine
But you'll be on my mind
Forever

Out across the endless sea
I would die in ecstasy
But I'll be a bag of bones
Driving down the road along

My heart is drenched in wine
But you'll be on my mind
Forever

Something has to make you run
I don't know why I didn't come
I feel as empty as a drum
I don't know why I didn't come
I don't know why I didn't come
I don't know why I didn't come

www.radiostarfm.com



ReviewReviewReviewJAZZER BERKULIT PUTIHMar 7, '08 12:31 AM
for everyone
Category:Music
Genre: Jazz
Artist:MICHAEL FRANK
Michael Franks

Nama Michael Franks sempat meledak di akhir tahun 70-an hingga awal tahun 80-an. Jazzer kulit putih ini memperkenalkan satu tipe vokal unik di blantika jazz dunia.
Gaya vokal yang tanpa vibrasinya, hingga kini menjadi kekhasan Michael dan tak dapat ditiru musisi manapun.
Michael Franks lahir pada 18 September 1944 di La Jolla, sebuah kota yang terletak di negara bagian California.
Bakat musik Michael sudah mulai terlihat sejak ia masih sangat muda. Untungnya, kedua orang tua Michael mendukung bakat musik yang tertanam dalam diri anaknya itu. Mereka membelikan gitar yang kemudian dikenal sebagai salah satu instrumen yang dikuasai Michael selain Mandolin dan Banjo.
Pertengahan tahun 1975, Michael merilis album perdananya The Art of Tea di bawah label Reprise Records.
Lewat single Eggplant, Popsicle Toes dan St. Elmo’s Fire yang juga dimuat dalam album ini, nama Michael menjadi populer dan kehadirannya mulai diperhitungkan di barisan musisi jazz muda dunia.
Dua tahun kemudian, tepatnya di tahun 1977, Michael semakin menancapkan posisinya di deretan penyanyi fusion papan atas. Album keduanya Sleeping Gipsy diakui para pengamat sebagai proyek eksperimental Michael Franks yang pertama.
Album tersebut dikatakan eksperimental karena di album ini Michael nekat memasukkan unsur samba yang sebelumnya tidak tersentuh sama sekali di album pertama. Hasilnya, The Lady Wants To Know, Antonio’s Song dan Down in Brazil sukses menjadi karya monumental di hadapan para penggemarnya hingga saat ini.

www.radiostarfm.com



ReviewReviewReviewSTAIRWAY TO HEAVENMar 6, '08 11:55 PM
for everyone
Category:Music
Genre: Classic Rock
Artist:LED ZEPPELIN
Band yang lahir di Inggris ini dibentuk oleh Jimmy Page setelah bubarnya grup
Yardbirds pada tahun 1967. Tak lama setelah itu, page tertarik dengan warna Vocal milik Robert Plant yang waktu itu masih menjadi vokalis band
Hobbstweedle. Mulai tahun 1968 mereka bergabung di satu grup, sampai akhirnya bassis Chris Dreja hengkang dan posisinya digantikan oleh John paul Jones. Setelah dirasa mereka memerlukan drummer, Page lantas menawarkan Lowongan itu pada John Bonham. Dan setelah Bonham bergabung, merekaMulai membuat jadwal tur konser dengan menamakan grup mereka The New Yardbirds.
Di lanjutkan dengan konser demi konser yang selalu sukses, hingga pada Oktober 1968 mereka mengganti nama menjadi Led Zeppelin. Setelah itu Mereka mulai masuk studio rekaman untuk menggarap album pertama, sampai akhirnya pihak Atlantic Records mengontrak mereka, sekaligus menjadwalkan grup Ini untuk tur konser ke Amerika. Saat merilis album pertama mereka yang diberi judul "Led Zeppelin" pada Januari 1969, hanya dalam waktu dua bulan album ini mampu meraih posisi Pertama di tangga lagu, sekaligus memaksa mereka harus berlelah-lelah Memenuhi jadwal tur dunianya.
Setelah itu Led zeppelin kembali merilis album Kedua "Led Zeppelin II " pada oktober 1969 dan lagi-lagi mampu bertengger Di posisi nomer 1 tangga lagu selama 7 minggu. Dari situ Led Zepeelin disebut- Sebut oleh banyak kalangan sebagai One Of The Greatest Bands. Lalu berturut-Turut mereka meluncurkan album " Led Zeppelin III " ( 1970 ), " Led Zeppelin IV " ( 1971 ) yang menghasilkan lagu-lagu klasik abadi terpopuler seperti Stairway To Heaven, Rock & Roll dan When The Levee Breaks, dan dalam sejarah musik Dunia album ini dikategorikan sebagai Biggest Album, karena terjual hingga 16 Juta kopi. Album Led Zeppelin lainnya adalah "House Of The Holly" (1973) "Physical Graffity" ( 1975 ), "Presence" (Maret 1976), "The Song Remains The Same" (1976) dan "ln Through The Out Door" (1979). Pada tanggal 25 oktober 1980 John Bonham meninggal dunia dan sejak itu Led Zeppelin benar-benar bubar dan tidak akan terbentuk lagi tanpa Bonham.


“ STAIRWAY TO HEAVEN “
Theres a lady whos sure
All that glitters is gold
And shes buying a stairway to heaven.
When she gets there she knows
If the stores are all closed
With a word she can get what she came for.
Ooh, ooh, and shes buying a stairway to heaven.

Theres a sign on the wall
But she wants to be sure